Guru Sejarah Jatim Buat Komik Digital tentang Kartini

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komik digital Kartini karya MGMP Sejarah Jatim. (indonesia.id/antara)

    Komik digital Kartini karya MGMP Sejarah Jatim. (indonesia.id/antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah Jawa Timur bekerjasama dengan Pendidikan.id menerbitkan buku-buku digital sejarah yang dikemas menarik dalam bentuk komik. Salah satu buku tentang perjuangan RA Kartini.

    Komik digital yang telah diterbitkan adalah “Pejuang Emansipasi Perempuan” yang bercerita tentang R.A.Kartini.

    3 Kartini Pejuang Keseteraan Akses Penyandang Disabilitas

    Pembuatan komik sejarah ini melibatkan berbagai pakar, termasuk guru sejarah yang terlibat sebagai editor komik. Oleh karena itu, kredibilitas komik tetap terjamin meski sudah dimodifikasi, disingkat atau diilustrasikan dengan gambar.

    Rendahnya budaya literasi di Indonesia menjadi salah satu pemicu dibuatnya komik sejarah ini. 

    “Orang Indonesia memang lebih terbiasa mendengar dan berbicara daripada berliterasi. Coba lihat saja, berapa waktu yang rata-rata orang habiskan untuk menonton televisi per hari? Berapa waktu yang digunakan untuk mengobrol? Bandingkan dengan sedikitnya waktu yang disisihkan untuk membaca," kata Ketua MGMP Sejarah Jawa Timur, Hermawan, dalam pernyataan pers, Minggu, 21 April 2019.

    Komik digital Kartini karya MGMP Sejarah Jatim. (indonesia.id/antara)

    “Dengan adanya komik literasi ini diharapkan dapat mengubah karakter generasi muda khususnya untuk selalu membaca hal-hal yang positif serta bermanfaat.”

    Selain Kartini, berbagai kisah pahlawan Indonesia lainnya dituangkan dalam komik. Cerita-ceritanya dituangkan dalam bahasa yang ringan agar lebih mudah dibaca. Komik tersebut ditujukan untuk pembaca dari usia SD hingga SMA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.