Ilmuwan LIPI: Kartini Role Model Kesetaraan Intelektual

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekar Mira, Peneliti LIPI (youtube.com/cerita dibalik lensa official)

    Sekar Mira, Peneliti LIPI (youtube.com/cerita dibalik lensa official)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kartini adalah role model kesetaraan intelektual, kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) Sekar Mira. 

    "Buat saya Kartini adalah role model di mana dalam menuntut kesetaraan intelektual kita tetap bisa menjaga kodrat sebagai perempuan yang menjaga tradisi," ujar Sekar kepada Tempo, Kamis, 18 April 2019.

    3 Kartini Pejuang Keseteraan Akses Penyandang Disabilitas

    Sekar bergabung dengan LIPI sejak 2005, dia adalah lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan jurusan Biologi di Universitas Indonesia pada 2004. Kemudian dia menyelesaikan Master of Aplied Science Marine Biology di James Cook University, Australia pada 2012 dan salah satu kandidat PhD di Leiden University, Belanda.

    Wanita berhijab itu aktif meneliti mamalia dan hewan laut, seperti paus, hiu, dan dugong serta lamun. Sebagai peneliti wanita dia sangat mengidolakan Kartini, pasalnya dia berasal dari Jawa. "(Mengidolakan) banget apa lagi aku wong Jawa juga, dan masih pernikahan dijodohin. I can feel what she felt," kata Sekar, peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI itu.

    Namun, Sekar melanjutkan bahwa kebutuhan berfikir dan menyatakan pendapat merupakan kebutuhan dasar manusia. Manusia, kata dia, perempuan atau pun laki-laki mempunyai kesetaraan dalam berfikir dan berpendapat.

    Selain sebagai seorang peneliti di LIPI, Sekar juga merupakan anggota aktif dari beberapa asosiasi profesional yakni Asian Marine Mammals Stranding Network, Ikatan Sarjana Oseanografi Indonesia (ISOI), Indonesian Marine Mammals Stranding Network dan Indonesian Student Association in Australia (PPIA).

    "Dia (Kartini) tidak meminta disamakan dengan para pria di segala aspek dengan membabi buta, tapi dia menyadarkan bahwa perempuan adalah manusia yang setara dengan para pria dalam intelektualitas," kata Sekar. "Dan kebebasan berfikir dan mengemukakan gagasan adalah hak dasar bagi setiap manusia berakal termasuk perempuan".

    Beberapa penelitiannya berhasil dipublikasikan seperti pengenalan jenis-jenis mamalia laut Indonesia, pedoman penanganan mamalia laut terdampar dan keragaman flora dan fauna kawasan pesisir. Saat ini, wanita lulusan SMU 8 Jakarta itu sedang fokus menangani bayi dugong yang terdampar di Papua.

    Berita lain tentang Kartini dan Kartini Masa Kini bisa Anda simak di TEMPO.CO.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.