Studi Keamanan Siber: Jutaan Orang Pakai Password 123456, Anda?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Password. Kredit: the Register

    Ilustrasi Password. Kredit: the Register

    TEMPO.CO, Jakarta  - Studi keamanan siber mengungkap jutaan orang telah menggunakan kata sandi 123456. Mereka menggunakan password  yang mudah ditebak pada akun sensitif, demikian dilansir laman bbc, Ahad, 21 April 2019.

    Facebook Minta Pengguna Ubah Kata Sandi Instagram, Ini Alasannya

    Hasil analisis yang dilakukan oleh National Cyber Security Center (NCSC) Inggris menemukan bahwa 123456 adalah kata sandi yang paling banyak digunakan pada akun yang dilanggar. Penelitian ini membantu mengungkap kesenjangan dalam pengetahuan dunia maya yang dapat membuat orang dalam bahaya dieksploitasi.

    NCSC mengingatkan, kita harus merangkai tiga kata acak namun mudah diingat untuk digunakan sebagai kata sandi yang kuat. Untuk survei maya pertamanya, NCSC menganalisis basis data publik dari akun yang dilanggar untuk melihat kata, frasa, dan string mana yang banyak digunakan.

    Daftar terbanyak, lebih dari 23 juta kata sandi menggunakan angka 123456, sedangkan di posisi kedua yang tidak kala populer adalah kata sandi 123456789. Sementara yang lain dalam lima teratas adalah 'qwerty', 'password' dan 1111111.

    Sedangkan nama yang paling umum untuk digunakan dalam kata sandi adalah Ashley, diikuti oleh Michael, Daniel, Jessica dan Charlie. Ketika menggunakan nama tim sepak bola Liga Premier dengan kata sandi yang dapat ditebak, Liverpool adalah yang terbanyak, dan Chelsea adalah yang kedua. Dan Blink-182 menduduki puncak sebagai pemusik yang digubakan sebagai password.

    "Orang-orang yang menggunakan kata-kata atau nama-nama terkenal untuk kata sandi membuat mereka berisiko diretas. Tidak ada yang bisa melindungi data sensitif dengan sesuatu yang dapat ditebak, seperti nama depan mereka, tim sepak bola lokal atau band favorit," kata Ian Levy, direktur teknis NCSC.

    Studi NCSC juga menanyakan orang-orang tentang kebiasaan dan ketakutan keamanan mereka. Ditemukan bahwa 42 persen diperkirakan akan kehilangan uang karena penipuan online. Dan hanya 15 persen mengatakan mereka merasa yakin bahwa mereka cukup tahu untuk melindungi diri secara online.

    Selain itu, ditemukan bahwa kurang dari setengah responden yang ditanyai menggunakan kata sandi terpisah yang sulit ditebak untuk akun email utama mereka.

    Pakar keamanan Troy Hunt, yang mengelola database akun yang diretas, mengatakan memilih kata sandi yang baik adalah kendali tunggal terbesar yang dimiliki orang atas keamanan online mereka.

    Survei ini diterbitkan menjelang konferensi Cyber UK NCSC yang akan diadakan di Glasgow mulai 24-25 April 2019.

    Berita lain seputar keunikan password atau lkata sandi bisa Anda ikuti di TEMPO.co.

    BBC | NATIONAL CYBER SECURITY CENTER 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.