E-Pemilu BPPT Digunakan di 981 Pilkades di 18 Kabupaten

Petugas memperlihatkan kartu untuk mengoperasikan alat teknologi E-Voting, di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, 29 Juli 2015. Program E-voting ini untuk mendukung KPU dalam mencegah kecurangan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2015 sejak perhitungan di tempat pemungutan suara, rekapitulasi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di kabupaten/kota. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi Pemilu Elektronik atau e-Pemilu milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah diterapkan dalam 981 Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 18 kabupaten.

BPPT: e-Pemilu Diterapkan, Petugas KPPS Bisa Pulang Jam 2 Siang

"Sampai saat ini e-Pemilu digunakan di pemilihan kepala desa, sudah hampir 1000 desa, di 18 kabupaten," tutur Kepala Program e-Pemilu BPPT Andrari Grahitandaru, kepada Tempo pekan lalu. "Dan masyarakat merasakan kemudahan tersebut dalam memilih".

Wacana penggunaan e-Pemilu banyak dibicarakan setelah Pemilu 2019 meninggalkan kabar duka meninggalnya 91 petugas KPPS. Mereka diduga jatuh sakit karena kelelahan. Proses penghitungan suara di banyak TPS berlangsung sampai dini hari bahkan subuh.

Menurut Andrari, pemilihan dengan sistem elektronik berlangsung dalam waktu yang lebih singkat. Pemilih cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), yang kemudian akan divalidasi alat pembaca e-KTP.

Identitas pemilih akan dikonfirmasi dengan sidik jari pemilik e-KTP. Setelah itu, akan keluar kartu cip khusus berwarna putih sebagai penanda aktivasi seseorang dapat melaksanakan pemilihan.

"Terkait warga yang belum memiliki e-KTP, akan divalidasi secara manual menggunakan foto yang ada dalam aplikasi DPT," kata Andrari.

Selain pemilihan yang berlangsung cepat, Andrari pun memastikan bahwa proses penghitungan suara dengan sistem e-Pemilu, akan berlangsung lebih cepat dan akurat.

Hasil perolehan suara di TPS langsung terkirim ke website Komisi Pemilihan Umum (KPU). Andrari berharap, ke depan sistem e-Pemilu dapat digunakan dalam pemilu, meski tidak dalam waktu dekat.

Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, Michael A. Purwoadi menjelaskan bahwa teknologi e-Pemilu menjamin berlangsungnya pemungutan suara. Secara prinsip kata Michael, sistem e-Pemilu menghilangkan teknis manual pada pemilihan konvensional, seperti surat suara dan perhitungan manual serta rekapitulasi otomatis dan berjenjang.

"Hasil perhitungan suara elektronik juga bisa langsung diperoleh begitu waktu pemungutan suara ditutup. Hasil rekapitulasi bisa langsung dikirim ke pusat data di tingkat desa," tutur Michael, Selasa, 23 April 2019.

Michael menambahkan, sistem e-Pemilu mempunyai lima unsur perangkat, yaitu pembaca e-KTP, generator kartu V-token, pembaca kartu pintar (smart card), e-voting, dan printer kertas struk. "Jadi, ini selain quick count juga real count. cepat dan akurat serta terverifikasi," ujar Michael.






Filipina Negara Terdekat Sudah Gunakan Sistem e-Voting Pemilu, Ini 4 Negara Lainnya

29 hari lalu

Filipina Negara Terdekat Sudah Gunakan Sistem e-Voting Pemilu, Ini 4 Negara Lainnya

Berbagai negara sudah menerapkan sistem e-Voting ketika melakukan pemilu. Berikut 5 negara yang sudah menggunakannya, termasuk Filipina.


Muktamar Muhammadiyah ke-48 Gunakan e-Voting, Begini Plus Minus Ketika Diterapkan di Pemilu indonesia

29 hari lalu

Muktamar Muhammadiyah ke-48 Gunakan e-Voting, Begini Plus Minus Ketika Diterapkan di Pemilu indonesia

E-Voting merupakan metode untuk menghitung dan memproses suara yang masuk secara digital. Begini plus minus jika diterapkan di indonesia.


3 Jenis Metode e-Voting, Mana Paling Cocok untuk Pemilu Indonesia?

29 hari lalu

3 Jenis Metode e-Voting, Mana Paling Cocok untuk Pemilu Indonesia?

Apakah itu e-Voting? Berikut jenis voting dalam pemilu secara online, mana paling cocok jika diberlakukan di Indonesia?


Pemilihan LMK Kelapa Gading Timur Sudah Gunakan Sistem E-Voting

3 Desember 2021

Pemilihan LMK Kelapa Gading Timur Sudah Gunakan Sistem E-Voting

Pelaksanaan pemilihan Lembaga Musyawarah Kelurahan Kelapa Gading Timur sudah menggunakan sistem E-voting.


Tiga Desa di Kabupaten Tabalong Gelar Pilkades dengan Metode E-Voting

7 November 2021

Tiga Desa di Kabupaten Tabalong Gelar Pilkades dengan Metode E-Voting

Belum meratanya penggunaan metode e-voting dalam Pilkades ini karena keterbatasan peralatan.


Perludem Minta KPU Fokus pada Sirekap daripada E-voting

22 Agustus 2021

Perludem Minta KPU Fokus pada Sirekap daripada E-voting

Titi Anggraini meminta KPU fokus pada rekapitulasi suara secara elektronik yang dikenal Sirekap daripada menghabiskan waktu menyiapkan e-voting


Sistem e-Voting Pilkades di Beberapa Daerah, Dari Ambon sampai Sleman

4 Juni 2021

Sistem e-Voting Pilkades di Beberapa Daerah, Dari Ambon sampai Sleman

Dua desa di Ambon, Latta dan Galala simulasi pelaksanaan e-voting berbasis teknologi. Sebelumnya pilkades di Boyolali dan Sleman mencoba sistem ini.


Alumni Ragukan Sistem i-Voting dalam Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni ITB

10 Maret 2021

Alumni Ragukan Sistem i-Voting dalam Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni ITB

Selain terkesan belum siap, ternyata pengembang sistem i-voting pemilu Ikatan Alumni ITB juga belum diketahui rekam jejaknya.


Pengamat Nilai E-Voting Belum Siap Diterapkan Pada Pilkada 2020

23 September 2020

Pengamat Nilai E-Voting Belum Siap Diterapkan Pada Pilkada 2020

Terlalu berat menyiapkan infrastruktur e-voting di pelaksanaan Pilkada 2020.


Pilkada 2020 Diusulkan Pakai E-Voting, Tapi Ada Kekurangannya

12 September 2020

Pilkada 2020 Diusulkan Pakai E-Voting, Tapi Ada Kekurangannya

Pemungutan suara secara elektronik atau e-voting pada Pilkada 2020 bisa mengurangi penyebaran Covid-19