Pengguna Google Duo Indonesia Terbanyak Nomor 3 di Dunia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Product Manager Google Duo Humeberto Castaneda menjelaskan fitur baru dari aplikasi Google Duo melalui video conference di Kantor Google Indonesia, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 24 April 2019. TEMPO/ Khory

    Product Manager Google Duo Humeberto Castaneda menjelaskan fitur baru dari aplikasi Google Duo melalui video conference di Kantor Google Indonesia, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 24 April 2019. TEMPO/ Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Head of Consumer Marketing Google Indonesia Fibriyani Elastria menjelaskan bahwa pengguna aplikasi video call Google Duo di Indonesia cukup banyak dibandingkan dengan negara lain.

    Baca: Mirip Apple FaceTime, Google Duo Uji Fitur Panggilan Grup

    "Yang menarik, Indonesia menjadi negara penting untuk Google Duo, karena penggunanya terbanyak ketiga di dunia, dengan rata-rata durasi penggunaan video call yang cukup tinggi bahkan mencapai 10 persen lebih lama dibandingkan dengan rata-rata global," ujar Fibriyani di Kantor Google Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 24 April 2019.

    Untuk durasi penggunaan video call, secara spesifik dibandingkan dengan negara-negara tertentu seperti Brasil, Indonesia 15 persen lebih lama, sementara dibandingkan dengan India, orang-orang Indonesia 50 persen lebih lama.

    Menurut data Google per Desember 2018, pengguna Google Duo terbanyak di posisi pertama adalah ditempati oleh Amerika Serikat, kedua oleh India dan ketiga disusul oleh Indonesia.

    Video call adalah komunikasi yang lebih bermakna, karena pengguna bisa saling melihat ketika berkomunkasi. Berdasarkan data Google tentang kebiasaan video call, 75 persen dari netizen berusia 18 atau lebih menggunakan video call karena merindukan kehadiran seseorang serta untuk melihat ekspresi dan visual wajah lawan bicaranya.

    "Data Indonesia agak unik. Karena di India 50 persen yang dihubungi dengan video call adalah teman, bukan pasangan atau keluarga," kata Fibriyani. "Orang Indonesia melakukan layanan video call dengan beragam alasan. 75 persen karena faktor merindukan seseorang, dengan 48 persen video call ke pasangan dan 40 persen ke keluarga."

    Dan dari data yang sama, Google menunjukkan bahwa terdapat 75 persen pengguna video call merasa frustasi karena keterbatasan. Misalnya, gambar yang pecah, suara dan gambar tidak sinkron. Biasanya alasannya karena koneksinya tidak bagus dan cuaca yang tidak bagus.

    "Memang kami meluncurkan Google Duo di Indonesia yang fokus pada simpelnya berbicara lebih lancar dan fokus gambar tidak pecah atau suara yang tidak delay," tutur Fibriyani. "Oleh karena itu kami menambahkan empat fitur baru yang bisa digunakan per hari ini, yakni Group Calling, Data Saving Mode, Duo for Web dan Video Message."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.