Samsung Luncurkan Kulkas dan AC dengan Teknologi Baru

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kulkas Samsung Side by Side berteknologi SpaceMax dan AC-Inverter juga dirilis di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2019. TEMPO/Khory

    Kulkas Samsung Side by Side berteknologi SpaceMax dan AC-Inverter juga dirilis di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain Samsung QLED 8K TV, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu juga menghadirkan kulkas Samsung RS5000 berteknologi SpaceMax dan Air Conditioner Inverter. Kedua perangkat elektronik itu merupakan generasi baru dari Samsung dengan teknologi terbaru juga.

    Baca: Samsung Rilis QLED 8K TV di Indonesia, Ini Spek dan Harganya

    "Kami juga membawa kulkas yang memiliki kapasitas penyimpanan makanan yang besar dan AC yang dapat memberikan udara sejuk dan energi yang hemat," ujar President Samsung Electronics Indonesia Jae Hoon Kwon di The Tribtata, Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2019.

    Kulkas Samsung Side by Side berteknologi SpaceMax. TEMPO/Khory

    Kulkas Samsung Side by Side dengan SpaceMax merupakan kulkas yang dibutuhkan bagi para orang tua yang sibuk bekerja. Dengan teknologi SpaceMax, kulkas Samsung RS5000 hadir dengan insulasi minimal yang lebih tipis, sehingga memperbesar kapasitas penyimpanan hingga 647 liter, terbesar di kelasnya.

    Senior Product Marketing Manager Digital Appliances Samsung Electronics Indonesia Michael Adisuhanto menjelaskan bahwa selain TV yang bagus, untuk menonton konten biasanya harus ditemani dengan udara yang sejuk dan air dingin. Samsung menghadirkan kulkas RS5000.

    "Keluarga modern butuh kapasitas besar untuk menyimpan makanan. Kapasitas kulkas yang besar terus bertumbuh, makin banyak konsumen Indonesia menggunakan kulkas kapasitas besar," tutur Michael. "Samsung meluncurkan kulkas generasi terbaru yang terbesar di kelasnya, dengan teknologi SpaceMax."

    Kulkas didesain solid modern yang diaplikasikan pas jika diletakkan di dapur, tanpa perlu khawatir dengan keterbatasan ruang. Kulkas Samsung Side by Side RS5000 dilengkapi fitur All-Around Cooling dan Metal Cooling untuk menjaga kesegaran makanan lebih lama.

    "Kapasitasnya yang besar, membuat konsumen lebih nyaman mengatur bahan makanan keluarga dan bisa belanja sekali seminggu. Teknologinya juga dapat memaksimalkan pemanfaatan kapasitas ruang dalam kulkas tanpa menambah dimensi eksternal kulkas," kata Michael.

    Di mana pun makanan diletakkan di dalam kulkas, suhu dinginnya merata dan terjaga kestabilannya. Deodorizer juga membantu menjaga bau makanan agar tidak tercampur di dalam kulkas. Kulkas ini telah tersedia di pasar Indonesia dengan rangkaian harga mulai dari Rp 15 juta hingga 20 juta.

    Samsung AC-Inverter. TEMPO/Khory

    Sedangkan AC Inverter dapat membantu keseharian keluarga modern agar rumah lebih sejuk dan nyaman. AC ini disertai dengan Digital Inverter 8 Pole, yang membuat kompresor bekerja lebih halus dan cepat, dan suhu ideal dapat dikelola dengan baik.

    "Penggunaan energi juga semakin efisien dengan penghematan listrik 17 persen lebih rendah dibandingkan pemakaian AC non-inverter lainnya," kata Michael. "Fitur 2-Step Cooling juga dapat mendinginkan ruangan secara optimal."

    Fast Cooling Mode menghembuskan udara dingin lebih cepat dan merata, ditambah dengan Comfort Cooling Mode yang menjaga kestabilan suhu yang dipilih. AC-Inverter ini dibanderol seharga mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 9 juta.

    Inovasi 3 Care Filter membungkus 100 persen udara yang masuk pada AC dengan material antibakteri, antialergen dan antivirus untuk memastikan udara yang diembuskan bersih, sehingga AC cocok untuk kamar anak. "Tak hanya bagian dalam, Samsung juga memberikan perlindungan pada kompresor Triple Protector Plus untuk pengoperasian AC yang stabil dan jangka panjang," tutur Michael.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?