Tarif Bulanan Jaringan 5G Ditentukan Berdasarkan Kecepatan Data?

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 5G. REUTERS

    Ilustrasi 5G. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan telekomunikasi asal Amerika Serikat AT&T telah menentukan tarif harga untuk penerapan jaringan 5G. CEO AT&T Randall Stephenson mengungkap bagaimana AT&T menyusun struktur harganya untuk layanan 5G di masa depan.

    Baca: 20 Kota di AS Terapkan 5G, Samsung Galaxy S10 5G Mulai Pre-order

    "Saya akan sangat terkejut saat kita beralih ke nirkabel, rezim penetapan harga dalam nirkabel tidak terlihat seperti rezim penetapan harga yang Anda lihat di telepon rumah," ujar Stephenson, seperti dilansir laman GSM Arena, Kamis, 25 April 2019.

    Menurut Stephenson, AT&T mengharapkan untuk menagih pelanggan premium jika mereka ingin mengambil keuntungan dari kecepatan Gigabit penuh melalui nirkabel. Seberapa besar perusahaan internet kabel menagih jumlah yang berbeda tergantung pada kecepatan internet yang dipilih.

    Artinya, semakin cepat kecepatan yang digunakan pelanggan, semakin tinggi pula biaya bulanannya. Layanan nirkabel 5G akan mengguncang industri nirkabel, tapi juga dapat memberikan alasan bagi penyedia layanan melakukan kenaikan biaya untuk kecepatan data mutakhir tersebut. 

    "Jika Anda dapat menawarkan kecepatan, ada beberapa pelanggan yang bersedia membayar premi untuk 500 meg untuk kecepatan operasi, dan sebagainya. Jadi saya berharap demikian. Kami dua atau tiga tahun lagi akan melihat permainan itu," kata Stephenson.

    Teknologi 5G dapat mengarah pada pendekatan yang sama sekali berbeda untuk penetapan harga. Stephenson memahami bahwa biaya untuk menjalankan 5G dalam skala nasional cukup mahal.

    Saat ini, jaringan 5G Verizon membutuhkan tambahan US$ 10 atau setara Rp 140 ribu per bulan untuk paket tanpa batas yang ada dan perangkat 5G yang kompatibel. Sementara itu, jaringan 5G AT&T membutuhkan hotspot portabel AT&T seharga US$ 500 setara Rp 7 juta untuk Nighthawk dan paket US$ 70 setara Rp 980 ribu per bulan yang dilengkapi dengan data 15GB. Saat ini, hanya tersedia untuk pelanggan AT&T dan akun bisnis.

    Simak kabar terbaru tentang tarif jaringan 5G hanya di kanal Tekno Tempo.co

    GSMARENA | THEVERGE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.