Menperin Airlangga: Jawa Barat Menarik sebagai Ibukota Baru

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden RI Joko Widodo  saat pembukaan pameran Inacraft 2019 di Jakarta, Rabu (24/4).

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden RI Joko Widodo saat pembukaan pameran Inacraft 2019 di Jakarta, Rabu (24/4).

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan wilayah Jawa Barat bagian utara atau timur menarik sebagai calon ibukota baru.

    “Studi (ibukota) di Kalimantan masih bisa dikaji lagi, mana tempat lain yang lebih efisien,” katanya di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Senin, 29 April 2019.

    Jokowi Pilih Memindahkan Ibu Kota ke Luar Pulau Jawa

    Airlangga hadir bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  sebagai pembicara kunci tentang revolusi industri 4.0.

    Airlangga mengatakan kajian ibukota negara yang baru menarik dikaji terkait dengan era digitalisasi. Calon ibukota itu harus dipikirkan sejak sekarang menuju Indonesia 2045.

    “Kajian tambahan dari ITB dengan planning wilayahnya menjadi tantangan. Presiden juga akan mempelajari itu,” katanya. Menurut dia ada beberapa model pengembangan ibukota seperti Putrajaya dan Kuala Lumpur di Malaysia.

    Dia meminta ITB mengkaji calon ibukota yang baru sesuai studi pembangunan. Airlangga mengatakan, Jawa Barat merupakan daerah yang ekonominya berbasis industri hingga mencapai hampir 40 persen. Karawang, Bekasi, Purwakarta adalah Detroit-nya Indonesia di mana berbagai produk diekspor terutama otomotif dan elektronik,” katanya.

    Perbaiki koridor ekonomi Jawa Barat dinilainya bisa meningkatkan pembangunan seperti transportasi orang dan barang. Potensi lainnya di wilayah Indramayu karena sudah ada Bandara Kertajati. “Menyusul dermaga Patimban,” ujar Airlangga.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengambil keputusan dalam rapat terbatas di kantornya soal wacana ibukota yang baru, Senin, 29 April 2019. “Presiden memilih alternatif ketiga, yaitu memindahkan Ibu Kota ke luar Jawa. Ini barangkali salah satu keputusan penting yang dilahirkan hari ini," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro.

    Bambang mengatakan, Bappenas memberikan tiga alternatif ibu kota baru kepada Jokowi. Alternatif pertama adalah Ibu Kota tetap di Jakarta, namun dibuat distrik khusus pemerintahan. Kantor-kantor pemerintahan itu nantinya akan berpusat di kawasan Istana, Monas, dan sekitarnya.

    Alternatif kedua adalah memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah dekat Jakarta. Alternatif ketiga yang dipilih Jokowi yaitu Ibukota baru di luar Jawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.