Masker Cegah Penularan TBC Kreasi Mahasiswa UI Raih Emas

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskit karya Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia berfungsi mencegah penularan virus tuberkulosis. Dok. Humas UI

    Maskit karya Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia berfungsi mencegah penularan virus tuberkulosis. Dok. Humas UI

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) menciptakan sebuah terobosan masker terbaru bernama MASKIT atau Mask in Tech. MASKIT merupakan solusi untuk mencegah penularan penyakit tuberkulosis atau TBC maupun penyakit lainnya yang dapat menular melalui udara.

    Baca: UI dan Tokopedia Dirikan Pusat Penelitian Artificial Intelligence

    "Tak hanya menghasilkan masker, keempat inventor ini juga membuat sebuah mobile apps bernama Maskit yang dapat memantau tingkat polusi dan tingkat penyakit menular di lingkungan sekitarnya," ujar Juru Bicara UI Rifelly Dewi Astuti saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 April 2019.

    Berkat karyanya tersebut, Maskit meraih penghargaan medali Emas dalam ajang Indonesian International Invention Festival 2019 yang berlangsung pada 22–25 April di Malang, Jawa Timur.

    Keempat inventor Maskit adalah Yolla Miranda (Lulusan Teknik Kimia FTUI); Eliza Habna (Lulusan Teknik Kimia FTUI); Wahidin (Teknik Kimia); dan Wulan Silvia (Teknik Kimia).

    Menurut Rifelly, perbedaan Maskit dengan masker lainnya, yakni memiliki filter dengan teknologi karbon aktif dan nano silver yang dapat diganti selama maksimum dua minggu sekali. Masker ini telah teruji di laboratorium UI dengan hasil efektif membunuh bakteri dan polusi lebih dari 90 persen.

    "Maskit pun sudah memiliki izin edar penjualan dan telah disertifikasi oleh Kementerian Kesehatan. Saat ini Maskit sudah mampu menjual rutin rata-rata 2.500 unit per bulannya.

    Salah satu tim inventor Maskit, Yolla Miranda menuturkan ide dasar produknya adalah Indonesia menjadi salah satu negara dengan penderita TBC terbanyak di dunia.

    Data World Health Organization (WHO), rata-rata tiap 100 ribu penduduk Indonesia terdapat 400 orang yang didiagnosis kasus TBC oleh tenaga kesehatan. TBC menyerang usia produktif dengan lama pengobatan selama satu tahun. "Banyak kasus pemecatan kerja terjadi akibat seseorang menderita TBC," kata dia.

    Berangkat dari permasalahan tersebut, Yolla bersama tim menciptakan sebuah masker yang diharapkan menjadi solusi untuk mencegah penularan TBC dan diharapkan dapat menurunkan angka penyebaran TBC di Indonesia.

    Maskit dirancang sesuai dengan masker pada umumnya, namun memiliki kantong di bagian belakang masker yang ukurannya mengikuti ukuran filter. Selain itu, Maskit memiliki desain yang stylish dengan pilihan warna dan motif beragam serta nyaman dan fleksibel bagi pengguna hijab.

    Rifelly menambahkan terobosan inovatif karya sivitas akademika UI ini mampu menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa. "Selain itu, dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan turut berkontribusi menjawab tantangan yang dihadapi dalam pembangunan masyarakat Indonesia dan dunia," ungkap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.