ZTE dan Smartfren Uji Jaringan 5G di Indonesia dan Perluas 4G

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 5G. REUTERS

    Ilustrasi 5G. REUTERS

    TEMPO.CO, Shenzen - ZTE Corporation, penyedia solusi telekomunikasi, perusahaan dan teknologi konsumen untuk Internet Seluler, telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi berteknologi 4G LTE di Indonesia, PT. Smartfren Telecom, Tbk. Perjanjian ini adalah untuk perluasan jaringan berteknologi 4G dan serta uji coba jaringan 5G di Indonesia.

    Baca: Parlemen AS Gagas RUU Larang Penjualan Chip ke Huawei dan ZTE

    Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur PT. Smartfren Merza Fachys, Presiden Komisaris PT. Smartfren Gandi Sulistyanto, Presiden Direktur ZTE Indonesia, Liang Weiqi, dan Senior Vice President ZTE, Mei Zhonghua, dalam acara Indonesia - China Business Forum yang dilaksanakan di Shenzhen, Cina, 25–27 April 2019.

    Mei Zhonghua mengatakan kesepakatan kali ini akan membawa kemitraan antara ZTE dan Smartfren ke tingkat baru. “Kami senang Smartfren dapat memilih ZTE untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kualitas jaringan broadband nasional Indonesia,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa, 30 April 2019.

    Sementara Merza Fachys mengatakan hal senada. “Smartfren senang dapat bekerja sama dengan ZTE untuk berkontribusi dalam mengembangkan teknologi 5G di Indonesia. Saat ini, kami juga tengah bersiap untuk segera melakukan Uji Coba 5G di Indonesia,” ujarnya.

    Menurutnya, kolaborasi dengan ZTE juga dilakukan Smartfren untuk memperluas jaringan 4G di Indonesia. “Dengan adanya kolaborasi ini, Smartfren optimistis dapat menghadirkan kualitas layanan telekomunikasi yang lebih baik di Indonesia.

    Dikhususkan untuk industri telekomunikasi di Indonesia selama lebih dari 20 tahun, ZTE telah menjalin kemitraan yang solid dengan operator dan perusahaan besar di Indonesia, memberikan mereka platform pelatihan. ZTE berkomitmen untuk menyediakan inovasi end-to-end yang terintegrasi, memberikan produk dan layanan yang sangat baik kepada konsumen lokal di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.