Ilmuwan Temukan Penangkal Racun Makhluk Paling Berbisa di Dunia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ubur-Ubur Kotak, binatang dengan bisa paling beracun di dunia. (Sydney.edu.au/AAP Photo/Kelvin Aitken)

    Ubur-Ubur Kotak, binatang dengan bisa paling beracun di dunia. (Sydney.edu.au/AAP Photo/Kelvin Aitken)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penangkal racun telah ditemukan untuk makhluk paling berbisa di dunia, ubur-ubur kotak dari Australia. Penangkal racun tersebut ditemukan oleh peneliti di University of Sydney Australia, demikian dilaporkan laman stuff, Selasa, 30 April 2019.

    Ubur-ubur Serbu Ancol, Ini Saran dan Larangan Korban Sengatan Racunnya

    Ubur-ubur tersebut dapat membawa racun yang bisa membunuh lebih dari 60 orang. Satu sengatan dari makhluk itu akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan nekrosis kulit. Jika dosis racunnya cukup besar, serangan jantung dan kematian dapat terjadi hanya dalam beberapa menit.

    Dengan menggunakan pengeditan genom, para peneliti di Charles Perkins Center University menemukan penangkal molekuler yang dapat memblokir gejala sengatan ubur-ubur jika diterapkan pada kulit dalam waktu 15 menit. Para peneliti mengambil jutaan sel manusia dan menghasilkan gen manusia yang berbeda di masing-masing sel, sebelum menambahkan racun ubur-ubur dan mencari sel yang selamat dari proses tersebut.

    "Ini adalah pembedahan molekuler pertama tentang bagaimana jenis racun ini bekerja, dan mungkin bagaimana racun bekerja," kata peneliti utama studi tersebut, Raymond Lau dalam sebuah pernyataan.

    Para peneliti percaya obat yang aman digunakan manusia ini, bisa menghentikan nekrosis, jaringan parut kulit dan rasa sakit sepenuhnya ketika diterapkan pada kulit. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah penangkal racun ini bisa menghentikan serangan jantung atau tidak.

    Obat penawar itu terbukti bekerja pada sel manusia di luar tubuh sebelum berhasil diuji pada tikus hidup. Para ilmuwan sekarang ingin mengembangkannya untuk manusia. Temuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Communications 

    Simak kabar terbaru tentang penemuan penangkal racun oleh Ilmuwan hanya di kanal Tekno Tempo

    STUFF | NATURE COMMUNICATION | SYDNEY.EDU.AU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.