Batan: Masyarakat Tak Perlu Takut pada Nuklir, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memperlihatkan hasil ronsen milik pasien yang menderita Tuberculosis di rumah sakit di Srinagar, India, 23 Maret 2015. Sebagian kecil dari mereka yang terinfeksi di India telah menerima obat yang tepat, yang juga dibiayai oleh pemerintah. Yawar Nazir/Getty Images

    Petugas memperlihatkan hasil ronsen milik pasien yang menderita Tuberculosis di rumah sakit di Srinagar, India, 23 Maret 2015. Sebagian kecil dari mereka yang terinfeksi di India telah menerima obat yang tepat, yang juga dibiayai oleh pemerintah. Yawar Nazir/Getty Images

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu takut dengan yang namanya nuklir, karena tidak berbahaya apabila digunakan secara benar.

    Pakar: Nuklir Komponen Penting Solusi Perubahan Iklim

    "Hampir semua masyarakat menggunakan teknologi nuklir, contohnya untuk alat rontgen paru-paru, kemudian alat untuk CT Scan. Saya yakin masyarakat pernah menggunakan itu," kata Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Batan, Suryantoro, Kamis, 2 Mei 2019.

    Menurut Suryantoro, kedua alat tersebut bekerja dengan menggunakan teknologi nuklir, sehingga masyarakat tidak perlu takut lagi dengan yang namanya nuklir.

    "Karena masyarakat sendiri sudah dekat dengan yang namanya nuklir, hampir tiap hari merasakan. Selama ini, masyarakat tahu nuklir kan hanya buat bom saja, padahal tidak, nuklir juga bisa digunakan untuk teknologi kesehatan," ungkapnya.

    Nuklir saat ini, lanjut Suryantoro, digunakan untuk tujuan damai dan untuk kesejahteraan. Di Indonesia nuklir tidak akan digunakan untuk tujuan perang.

    "Berdasarkan peraturan yang ada di Indonesia, bahwa negara kita menggunakan nuklir untuk tujuan damai. Untuk menggunakan alat-alat dengan teknologi nuklir, rumah sakit harus izin pemanfaatan tenaga nuklir dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)," katanya.

    Suryantoro juga mengatakan bahwa untuk mengobati kanker juga menggunakan teknologi nuklir, sehingga memang tenaga nuklir juga sudah dekat deangan masyarakat dan masyarakat tidak perlu takut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.