Mayoritas Konsumen Indonesia Menilai Keamanan Daring Terpenting

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesibukan karyawan saat Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2018 di kantor Pusat JD ID di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018. Dalam mengantisipasi lonjakan kunjungan ke situs selama pelaksanaan Harbolnas, perusahaan e-commerce ini melipatgandakan jumlah server yang akan digunakan. TEMPO/Tony Hartawan

    Kesibukan karyawan saat Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2018 di kantor Pusat JD ID di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018. Dalam mengantisipasi lonjakan kunjungan ke situs selama pelaksanaan Harbolnas, perusahaan e-commerce ini melipatgandakan jumlah server yang akan digunakan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan Experian’s Global Identity and Fraud Report edisi APAC 2019 menyebutkan 77 persen konsumen Indonesia menilai keamanan sebagai hal terpenting dari pengalaman belanja secara daring, diikuti oleh kenyamanan dengan 17 persen, dan personalisasi sebanyak 6 persen.

    Baca: Survei Bank Indonesia : Optimisme Konsumen Tetap Terjaga

    Laporan itu berdasarkan pengamatan terhadap 6.000 konsumen dan 590 bisnis di Asia Pasifik (APAC) dan menyebutkan bahwa hubungan kepercayaan secara daring antara konsumen dan organisasi terjadi atas dasar keamanan serta pengalaman konsumen yang tanpa batas.

    Managing Director Decision Analytics and Business Information, Experian Asia Pasific, Mohan Jayaraman mengatakan bahwa hasil survei menunjukkan bahwa lingkungan digital yang aman dan kepercayaan konsumen harus menjadi prioritas utama bagi pebisnis.

     “Hal tersebut menjadi keharusan bagi para pemimpin bisnis untuk menanamkan modal pada verifikasi identitas dan kemampuan manajemen penipuan untuk menyadari potensi penuh dari ekonomi digital Indonesia,” ujar Jayaraman di Jakarta akhir pekan ini.

    Menurut Jayaraman, metode keamanan yang saat ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia masih tradisional. Temuan laporan Experian, ungkapnya, menunjukkan teknologi-teknologi baru dan solusi autentifikasi lanjutan sangat diminati oleh konsumen.

    Bahkan, lanjutnya, konsumen Indonesia sudah bersentuhan dengan biometrik fisik dan perilaku saat melakukan aktivitas perbankan daring menampilkan kepercayaan diri terkait dengan langkah keamanan. Adapun, sebanyak 76 persen konsumen memiliki kepercayaan diri terhadap biometri perilaku.

    Organisasi seperti bank, jasa keuangan dan asuransi, agen pemerintah, dan perusahaan jasa sistem pembayaran yakin dalam menghadirkan kepercayaan diri konsumen terkait dengan penanganan data personal.

    Perusahaan jasa sistem pembayaran di Indonesia menikmati 73 persen tingkat kepercayaan konsumen di kawasan APAC. Hal tersebut, disebabkan oleh upaya-upaya pemerintah Indonesia dalam membangun infrastruktur dan ekosistem untuk memfasilitasi pembayaran digital dan perdagangan daring.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.