Trump Naikkan Pajak Produk Cina, Harga iPhone Bakal Naik di AS?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Presiden AS Donald Trump menerima telepon dari anak-anak dalam acara NORAD Santa Tracker saat malam Natal di Palm Beach, Florida, 24 Desember 2017. AP Photo/Carolyn Kaster

    Gaya Presiden AS Donald Trump menerima telepon dari anak-anak dalam acara NORAD Santa Tracker saat malam Natal di Palm Beach, Florida, 24 Desember 2017. AP Photo/Carolyn Kaster

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda tinggal di Amerika Serikat, bersiaplah untuk membayar lebih untuk membeli iPhone. Hal itu akibat Presiden Donald Trump mengungkapkan rencana kebijakan yang akan dilakukan terkait pajak, melalui akun media sosialnya di Twitter.

    Smartphone Huawei Tumbuh Melewati iPhone, Ancam Samsung

    "Mulai Jumat depan, US$ 200 miliar barang-barang Cina yang diimpor ke Amerika akan dikenakan pajak pada tingkat 25 persen, naik dari 10 persen saat ini. US$ 50 miliar barang teknologi tinggi dari Cina yang diimpor oleh Amerika sudah dikenakan pajak sebesar 25 persen," tulis akun bernama @realDolandTrump, seperti dikutip newyorktimes, baru-baru ini.

    Sementara iPhone dan perangkat Apple lainnya telah berhasil menghindari biaya tarif. Trump berbicara tentang mengenakan pajak ratusan miliar dolar untuk produk Cina tambahan yang diimpor ke negara bagian, mungkin termasuk iPhone. Apple mendesain produknya di Amerika, sedangkan barang dirakit di Cina dan diimpor ke Amerika.

    Dikutip laman phonearena, Ahad, 5 Mei 2019, Trump bisa saja berusaha meningkatkan tekanan pada Cina untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika. Tim perunding dari negara itu akan melakukan perjalanan ke Washington pekan ini untuk melakukan pembicaraan.

    Ini bisa menjadi kesempatan terakhir bagi kedua negara untuk mengakhiri perang dagang yang telah melemahkan ekonomi Cina. Kelemahan itu telah merusak bisnis Apple di negara tersebut, karena selama kuartal kedua fiskal perusahaan, Januari hingga Maret, penjualan Apple  di Cina turun 21,5 persen dari US$ 13,02 miliar menjadi UD$ 10,22 miliar .

    Perang dagang antara Amerika dan Cina mencapai puncaknya Maret lalu ketika Trump mengumumkan tarif 25 persen atas US$ 50 miliar produk teknologi Cina yang dikirim ke AS. Beberapa pekan kemudian, Cina membalas dengan menambahkan pajak pada 128 produk yang diimpor dari Amerika.

    Times melaporkan beberapa waktu lalu, Trump dikabarkan telah mengatakan kepada CEO Apple Tim Cook bahwa ia tidak akan mengenakan tarif pada iPhone, meskipun laporan itu kemudian ditolak oleh Gedung Putih. Jadi mengapa Trump memutuskan untuk terlibat dalam perang dagang dengan Cina?

    Amerika telah mengalami defisit perdagangan besar dengan Cina selama bertahun-tahun, sementara itu banyak ekonom mengatakan bahwa ini menunjukkan bahwa konsumen Amerika lebih kaya dari pada rekan-rekan di Cina yang mampu membeli lebih banyak barang dari negara itu. Namun, Trump memandang berbeda. Dia memandang defisit perdagangan sebagai papan skor yang menunjukkan bahwa Amerika kalah dalam hal perdagangan dengan Cina.

    Simak kabar terbaru tentang perang dagang Cina Amerika dan harga iPhone hanya di kanal Tekno Tempo.co

    PHONEARENA | NEWYORKTIMES | TIMES 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.