Akhir Pekan, Tiga Gunung Erupsi dan Gempa di Selat Sunda

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Gunung Sinabung dilihat dari Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, Minggu, 16 Februari 2014. Gunung Sinabung kembali aktif pada tahun 2010 dan mulai meletus pada tahun 2013. Tercatat, sejak tanggal 2 Juni 2015, Gunung Sinabung berstatus Waspada dan masih mengeluarkan letusan hingga Februari 2018 lalu. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Aktivitas Gunung Sinabung dilihat dari Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, Minggu, 16 Februari 2014. Gunung Sinabung kembali aktif pada tahun 2010 dan mulai meletus pada tahun 2013. Tercatat, sejak tanggal 2 Juni 2015, Gunung Sinabung berstatus Waspada dan masih mengeluarkan letusan hingga Februari 2018 lalu. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada akhir pekan 11-12 Mei 2019, Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau dan Gunung Agung di Bali dilaporkan erupsi. Gempa bermagnitudo 5,0 terjadi di perairan barat daya Selat Sunda.

    “Gempa tersebut tidak dirasakan dan tidak berdampak ke manusia dan bangunan,” kata Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya, Ahad, 12 Mei 2019.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung melaporkan, erupsi Gunung  Sinabung, Sumatera Utara terjadi pada Sabtu, 11 Mei 2019 pukul 20:39 WIB. Tinggi kolom abu tidak teramati. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 9 milimeter dan durasi sekitar 33 menit. Petugas pos pengamatan Gunung Sinabung juga mencatat terlihatnya titik api.

    Gunung yang berstatus level IV  atau Awas ini masih berbahaya didekati orang dalam radius 3 kilometer untuk sektor utara -barat, kemudian 4 kilometer pada sektor selatan - barat, dan dalam jarak 7 kilometer di sektor selatan – tenggara. Radius bahaya berjarak 6 kilometer juga untuk sektor tenggara - timur serta radius jarak 4 kilometer untuk sektor utara –timur.

    Pada Ahad, 12 Mei 2019, PVMBG melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada pukul 10:03 WIB. Tinggi kolom abu tidak teramati dan tidak disertai suara dentuman. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 45 milimeter dan durasi 10 menit 42 detik. Saat ini Gunung Anak Krakatau berstatus level II atau Waspada. Larangan mendekat berlaku dalam radius dua kilometer dari kawah.

    Sore harinya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat gempa bermagnitudo 5,0 pada pukul 15:51:40 WIB. Sumber gempa di titik 6,68 lintang selatan dan 104,50 bujur timur. Kedalaman sumber gempa 10 kilometer di perairan Selat Sunda. Jaraknya sekitar 119 kilometer barat daya Sumur, Banten. Selain tidak terasa, gempa juga tidak membangkitkan tsunami.

    Minggu malam, 12 Mei 2019 pukul 22:29 WITA Gunung Agung dilaporkan meletus, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 2 menit 16 detik. Petugas pos pemantau di Rendang melaporkan terdengar suara dentuman letusan.

    Gunung Agung kini berada pada status level III atau Siaga. Daerah berbahaya untuk dijauhi dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak.

    Berita lain tentang gempa dan erupsi gunung api, bisa Anda ikuti di Tempo.co,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.