Ramadan, Smartfren Hadir di Balikpapan dan Samarinda

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran Perdana Samba Smartfren. Kredit: Istimewa

    Peluncuran Perdana Samba Smartfren. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Balikpapan - Bertepatan dengan bulan Ramadan dan menyambut Lebaran 2019, perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi dan koneksi internet cepat berteknologi 4G LTE Advanced, PT. Smartfren Telecom, Tbk mengumumkan hadirnya jaringan serta layanannya di Samarinda dan Balikpapan.

    Baca: ZTE dan Smartfren Uji Jaringan 5G di Indonesia dan Perluas 4G

    “Ramadan dan hari raya Lebaran selalu menjadi waktu spesial bagi keluarga di Balikpapan dan Samarinda. Untuk itu kami mengajak masyarakat untuk #KuotakanYangBaik (baca: katakan yang baik), karena Smartfren ada, beroperasi, dan siap melayani warga Samarinda juga Balikpapan,” Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren akhir pekan ini.

    “Tidak hanya itu, guna menambah kenyamanan dan kemudahan berkomunikasi serta silaturahmi, Smartfren juga menghadirkan produk serta program khusus Ramadhan yaitu double berkah silaturahmi,” tambahnya.

    Program khusus double berkah silaturahmi Smartfren, hadir mulai bulan Ramadan hingga akhir Agustus 2019, di mana pembeli cukup membayar Rp 30.000 untuk memperoleh dua kartu perdana Smartfren Samba dari harga normal Rp 120.000.

    Pembeli akan langsung mendapatkan total kuota internet 4G sebesar 30GB, gratis menelepon ke operator lain selama 10 menit, dan gratis telepon sepuasnya ke sesama nomor Smartfren di setiap nomor setelah aktivasi. 

    Di Samarinda, area layanan Smartfren meliputi kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Ilir, Samarinda Kota, Samarinda Seberang, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Sambutan, Sungai Kunjang, dan juga Sungai Pinang.

    Sementara di Balikpapan layanan Smartfren hadir di Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, dan akan segera beroperasi di Balikpapan Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.