Intel, Qualcomm, Broadcom Ikuti Google, Ini Keputusan Huawei

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markas besar Huawei Technologies Co. Ltd. di Shenzhen, Provinsi Guangdong, terlihat pada foto yang diambil pada 29 Juni 2009.[REUTERS]

    Markas besar Huawei Technologies Co. Ltd. di Shenzhen, Provinsi Guangdong, terlihat pada foto yang diambil pada 29 Juni 2009.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Huawei akan memberikan pembaruan keamanan dan layanan purna-jual smartphone mereka menyusul penangguhan kerjasama Google dan pemutusan kerjasama dari Intel, Qualcomm, dan Broadcom.

    Baca juga: Perang Dagang AS-Cina Merembet ke Google Vs Huawei, Ini Dampaknya

    "Kami akan terus memperbarui keamanan dan layanan untuk semua produk ponsel pintar dan tablet Huawei dan Honor yang ada, mencakup produk yang telah dijual atau yang masih ada sebagai stok secara global," demikian pernyataan Huawei yang diterima Antara di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

    Produsen asal Cina itu mengatakan akan terus membangun ekosistem perangkat lunak yang aman dan berkelanjutan untuk memberikan pengamanan bagi semua pengguna secara global.

    "Kami telah memberikan kontribusi yang substansial untuk pengembangan dan pertumbuhan Android di seluruh dunia. Kami telah bekerja sama dengan sangat erat dengan platform sumber-terbuka mereka untuk mengembangkan ekosistem yang bermanfaat bagi pengguna dan industri," demikian pernyataan Huawei.

    Sebelumnya, Google menangguhkan bisnis mereka dengan Huawei dalam perangkat keras dan mencabut lisensi Android Huawei serta menghentikan layanan akses ke Google Play Services dan Play Store.

    Langkah Google itu menyusul sikap Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump yang memasukkan Huawei dalam "daftar hitam" di seluruh dunia.

    Google juga memaksa Huawei untuk mengembangkan Android versi mereka sendiri.

    Produsen chip, prosesor dan IC terkemuka Intel, Qualcomm, dan Broadcom lantas menyusul sikap Google dan memutuskan hubungan bisnis dengan Huawei.

    Di sisi lain, Microsoft belum menentukan sikap mereka terhadap  Huawei. Sejumlah pihak menilai perusahaan perangkat lunak komputer itu akan mengikuti perintah Pemerintah AS sebagaimana Google, Intel, Qualcomm, ataupun Broadcom.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.