Ini 5 Smartphone Huawei yang Populer di Indonesia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei Mate 20 Series saat dimasukkan ke dalam air dalam peluncurannya di Jakarta, 19 Desember 2018. TEMPO/Khory

    Huawei Mate 20 Series saat dimasukkan ke dalam air dalam peluncurannya di Jakarta, 19 Desember 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Perang dagang antara AS - Cina berdampak pada hubungan Google dan Huawei. Google  memutuskan menangguhkan bisnisnya dengan Huawei, termasuk larangan penggunaan sistem operasi Android dalam perangkatnya, kecuali yang tersedia untuk umum melalui lisensi terbuka.

    Baca juga: Perang Dagang AS-Cina Merembet ke Google Vs Huawei, Ini Dampaknya

    Huawei telah merilis beberapa seri smartphone di Indonesia, mulai dari ponsel entry-level hingga flagship yang terbaru. Tempo merangkum beberapa ponsel merek asal Cina itu yang hadir di Indonesia, berikut detail rangkaian smartphone Huawei:

    1. Huawei P30 Series

    Huawei P30 Series hadir dengan tiga varian Huawei P30, P30 Pro dan yang paling rendah P30 Lite. Huawei P30 layarnya sedikit lebih kecil, dengan layar full HD 6,1 inci OLED, dan layar yang tidak melengkung. Smartphone ini memiliki peringkat tahan air dan debu IP53.

    Sedangkan, Huawei P30 Pro memiliki layar full HD 6,47 inci OLED, dengan aspek rasio 19,5:9. Huawei P30 Pro juga memiliki peringkat tahan air dan debu dengan sertifikasi IP68, seperti Samsung Galaxy S10.

    Kedua ponsel memiliki pemindai sidik jari dalam layar optik, yang berbeda dengan pemindai Mate 20 Pro, lebih cepat dan akurat, serta ada pengenalan wajah. Perangkat disediakan dalam lima warna: pearl white, black, oranye-esque amber sunrise, signature purple dan blue aurora, serta breathing crystal baru.

    Seri tertinggi dari P30 Series itu merupakan ponsel pintar yang dipersenjatai dengan chip Huawei Kirin 980, yang memulai debutnya di seri Mate 20. Chip tersebut diklaim cepat dan kuat, yang fokus pada kemampuan AI perangkat.

    Kamera utama adalah unit SuperSensing 40 MP, sensor Sony IMX600 dengan filter warna RYYB khusus untuk kinerja cahaya rendah yang unggul. Ada juga lensa telefoto 8 MP f/2.4 dengan 3x optical zoom dan 16 MP f/2.2 17 mm kamera ultra lebar, lengkap dengan branding Leica.

    Pengaturan kamera dilengkapi oleh flash LED ganda dan fokus otomatis laser. Bagian layar terdapat notch berbentuk tetesan air sebagai tempat kamera depan bersensor 32MP dengan aperture f/2.0.

    Kedua ponsel itu menjalankan sistem operasi Android Pie, dengan user interface Huawei EMUI. Untuk daya baterai, P30 Pro ditenagai oleh baterai 4.200 mAh, sama dengan Mate 20 Pro, dan juga dilengkapi dengan kemampuan pengisian daya 40W, yang dapat mengisi daya dari 0 hingga 70 persen hanya dalam 30 menit.

    Selain itu, varian rendahnya adalah Huawei P30 Lite yang hadir dengan kamera depan bersensor 32MP yang dipercanggih dengan teknologi AI  untuk memaksimalkan selfie.

    P30 Lite memiliki layar berukuran 6,15 inci FHD, resolusi 2312 x 1080 piksel, dan screen to body ratio 90 persen. Dari segi mesin, smartphone dipersenjatai dengan chip Kirin 710 dengan chip grafis Mali-G51, chip tersebut dilengkapi dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB.

    Huawei P30 Lite memiliki kamera dengan tiga lensa yang terdiri dari lensa wide angle 24MP, lensa ultra wide 8MP dan lensa 2MP untuk membuat efek bokeh. Padanan lensa tersebut tidak hanya memiliki resolusi dan kemampuan yang baik, lensa tersebut juga menyesuaikan cahaya dan bayangan untuk membuat foto yang sempurna.

    Lensa ultra-wide 8MP dengan sudut lebar 120 derajat memberikan pengguna tampilan luas saat memotret objek terutama pemandangan. Sehingga, Huawei P30 Lite dapat dengan mudah menangkap landskap pemandangan yang lebih luas. Huawei P30 Lite menjalankan sistem operasi Android 9.0 atau Pie, dan hadir dalam dua varian warna yakni Midnight Black dan Peacock Blue.

    2. Huawei Mate 20 Series

    Huawei Mate 20 Series dirilis secara global pada 16 Oktober 2018 di London, Inggris. Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro di Indonesia hadir dengan warna emerald green dan midnight blue. Untuk Mate 20 memiliki kapasitas baterai 4.000 mAh, sementara Mate 20 Pro dengan baterai 4.300 mAh.

    Dari segi kamera, keduanya dipasang tiga kamera belakang dan satu kamera depan besutan Leica dengan masing-masing sensor yang berbeda. Untuk Huawei Mate 20, tiga kamera belakang dibekali sensor 16 megapiksel (MP) sebagai lensa ultra wide angle, 12 MP lensa wide angle dan 8 MP lensa telefoto.

    Sedangkan Huawei Mate 20 Pro memiliki sensor yang lebih besar yakni 40 MP lensa wide angle, 20 MP lensa wide angle dan 8 MP lensa telefoto. Mate 20 Series ini dilengkapi dengan sensor sidik jari di bagian layar dan Face Unlock 3D.

    Ponsel menjalankan Android 9 atau Android Pie, sehingga pengguna bisa menikmati semua fitur produktivitas dan hiburan dengan mudah dan nyaman. Kapasitas baterainya termasuk kapasitas baterai yang dapat mendukung aktivitas seharian.

    Huawei juga melengkapinya dengan Super Charge 40 Watt dan Huawei Wireless Quick Charge untuk pengisian dayanya. Mengisi 70 persen dalam waktu 30 menit.

    Untuk harga pada saat peluncurannha, Mate Series dibanderol dengan harga yang berbeda. Untuk Huawei Mate 20 dengan kapasitas RAM 6 GB/ memori internal 128 GB dihargai Rp 8,999 juta. Sementara Huawei Mate 20 Pro dengan kapasitas Ram 6 GB/128 GB dibanderol Rp 11,999 juta, pada saat peluncurannya.

    3. Huawei P20 Pro

    Huawei P20 Pro memiliki layar OLED berukuran 6,1 inci dengan panel kaca 3D yang melengkung beresolusi FHD 1.080x2.240 piksel dengan aspek rasio 18,7:9. Perangkat didesain fashionable yang dikombinasi dengan gradasi warna menarik dan sudah mendapat sertifikasi IP67 serta IEC 60529 yang membuat tahan air.

    Triple camera dari Leica diperkuat dengan teknologi Artificial Intellegence (AI). Ketiga kamera tersebut memiliki sensor 40, 20 dan 8 megapiksel dengan fungsi masing-masing RGB F/1.8 aperture, Monochrome F/1.6 aperture dan Telephoto F/2.4 aperture. Untuk kamera depan, P20 Pro memasang kamera 24 megapiksel dengan supports fixed focal length dan F/2.0 aperture.

    Ponsel ini mendapatkan skor DXOMark 109 menjadikan Huawei P20 Pro berada di posisi paling atas di antara kompetitor. Sudah dilengkapi dengan Dolby Atmos untuk pengeras suaranya, sehingga pengguna tidak perlu membawa speaker untuk menyalakan musik.

    Ponsel yang pertama kali diluncurkan pada Maret 2018 di Paris, Prancis, ini dipersenjatai chipset Kirin 970 CPU dan menjalankan Android Oreo EMUI 8.1. RAM yang terpasang pada P20 Pro adalah 6 GB dengan ruang penyimpanan 128 GB yang dapat diperluas microSD.

    Baterainya disematkan daya 4.000 mAh dan terdapat battery management dengan teknologi AI. Di Indonesia perangkat ini hadir dengan empat varian warna, yaitu Black, Twilight, Pink Gold dan Midnight Blue. Dalam box P20 Pro akan tersedia Handset, USB-C earphones, Charger, USB-C Cable, USB-C, 3,5 milimeter headphone jack adapter, Protect case, Quick start guide, Eject tool dan kartu garansi.

    4. Huawei Nova 3i

    Nova 3i merupakan smartphone dengan layar lebar, yakni 6,3 inci FHD+ Full View Display dengan resolusi 2.340x1.080 piksel. Aspek rasio layar 19,5:9. Ini adalah smartphone pertama yang dipersenjatai chipset terbaru Huawei, Kirin 710, didampingi dengan RAM 4 GB (gigabita) dan memori internal 128 GB. Chipset ini dilengkapi teknologi kecerdasan buatan.

    Soal kamera, Nova 3i dibekali dengan kamera depan dan utama ganda. Kamera depan memiliki sensor 24 + 2 MP. Untuk kamera belakang 16 + 2 MP, juga fitur 3D Qmoji.

    Baterai Huawei Nova 3i bisa dibilang berkapasitas cukup besar, yakni 3340mAh. Sistem operasinya Android Oreo 8.1 dan EMUI 8.2. Selain itu, Nova 3i juga memakai GPU turbo, yang hemat baterai hingga 30 persen.

    Nova 3i mulai dijual di pasar Tanah Air melalui pre-order hari ini hingga 10 Agustus 2018 di laman e-commerce Lazada dan Erafone. Smartphone kelas menengah ini dilego seharga Rp 4,199 juta pada saat peluncurannya.

    5. Huawei Y9 2018

    Huawei Y9 2018 memiliki layar FullView FHD+, berukuran 5,93 inci dengan resolusi 2160 x 1080 piksel, sehingga dapat menghadirkan pengalaman menonton yang baik. Aspek rasionya 18:9, meningkatkan luas layar sebesar 12,5 persen dibandingkan layar tradisional 5,5 inci.

    Bodinya ramping dan tipis serta panel kaca melengkung 2.5D menghasilkan permukaan bagian belakang yang halus, simetris, dengan keindahan dan nyaman untuk dipegang. Dari segi kamera, ponsel pintar itu dilengkapi empat kamera, masing-masing dua di bagian depan bersensor 16 + 2 MP dan bagian belakang memiliki sensor 13 + 2 MP.

    Huawei Y9 2018 dipersenjatai dengan chipset Kirin 659 octa core, dan dibekali sistem operasi terbaru Android pada EMUI 8.0 yang diintegrasikan dengan F2FS 2.0 serta iAware 2.0 untuk menghadirkan performa yang baik bagi penggunanya.

    Chipset Kirin didampingi dengan RAM 3 gigabita (GB) dan ruang penyimpanan 32 GB yang bisa diperluas dengan microSD hingga kapasitas 256 GB. Y9 2018 berdaya baterai 4.000 mAh. Dengan dukungan OTG charge untuk pengisian ulang baterai, ponsel bisa diisi dalam kondisi darurat dengan adanya kabel OTG untuk menambah daya baterai dari telepon seluler dan perangkat lain.

    Smartphone ini bisa terkoneksi ke keyboard, mouse, mini fan, dan lampu LED untuk mendukung aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Sedangkan untuk membantu perpindahan data, Huawei Y9 2018 dilengkapi Huawei Clone, sebuah tool yang kompatibel dengan hampir semua perangkat Android.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?