Fitur Medsos Termasuk WA dan FB Dibatasi, Ini Kata Facebook

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Media Sosial (Medsos).

    Ilustrasi Media Sosial (Medsos).

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah membatasi penggunaan fitur media sosial untuk menghindari tersebarnya informasi hoax pasca kerusuhan massa aksi Bawaslu pagi tadi. Juru bicara Facebook Indonesia menyatakan bahwa belum mengetahui tentang hal itu.

    Baca juga: Wiranto: Cegah Hoaks, Pemerintah Batasi Fitur di Media Sosial Termasuk Facebook dan WA

    "Banyak yang bilang WhatsApp dan Instagram error, tapi sebenarnya tidak ada masalah, mungkin sinyalnya," kata juru bicara Facebook Indonesia, kepada Tempo melalui pesan singkat, Rabu, 22 Mei 2018.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Pemerintah akan membatasi sementara beberapa fitur di media sosial.  "Akses di media sosial akan dimatikan untuk menjaga hal-hal negatif tersebar di masyarakat seperti berita bohong dan provokasi" kata Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Menkopolhukam pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Menurut Wiranto pemerintah ingin menjaga masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang berbau hoaks dan simpang siur. Dan Menkopolhukam akan rutin memberikan informasi terkini tentang kondisi di Jakarta. "Setiap dua jam sekali akan kami sampaikan perkembangan," kata Wiranto.

    Tempo juga sempat mengalami kesulitan untuk mengirim gambar di aplikasi WhatsApp dan di Instagram juga timeline-nya tidak bisa diperbarui, sehingga unggahan terbaru pengguna tidak bisa dilihat.

    Juru bica Facebook mengatakan bahwa informasi mengenai dibatasinya fitur media sosial justru dari media yang meminta konfirmasi. "Benaran saya baru tahu ini dari teman-teman media," tutur pihak Facebook.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.