Top 3 Tekno Berita Hari Ini: VPN Buka Blokir WhatsApp

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang aplikasi pesan WhatsApp. Pemerintah membatasi penggunaan fitur media sosial untuk menghindari tersebarnya informasi hoax pasca kerusuhan massa aksi Bawaslu. Juru bicara Facebook Indonesia menyatakan bahwa belum mengetahui tentang hal itu.

    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: WhatsApp, Pesawat Hipersonik, Huawei

    Selain itu, ada cara yang bisa diandalkan untuk dapat membuka blokir situs yang dibatasi sehingga pengguna dapat kembali menikmati fitur dalam aplikasi. Dilansir laman Valuewalk, beberapa waktu lalu, Virtual Private Network atau VPN adalah satu-satunya cara aman dan andal untuk membuka blokir situs web yang dibatasi.

    Juga, Huawei sedang mempersiapkan sistem operasi alternatif untuk perangkatnya. Jika tidak ada halangan pada pertengahan Agustus 2019, yang merupakan periode waktu Huawei memiliki akses  ke pembaruan Android, Huawei akan meluncurkan OS baru.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Fitur Medsos Termasuk WA dan FB Dibatasi, Ini Kata Facebook

    Ilustrasi Media Sosial (Medsos).
    Pemerintah membatasi penggunaan fitur media sosial untuk menghindari tersebarnya informasi hoax pasca kerusuhan massa aksi Bawaslu. Juru bicara Facebook Indonesia menyatakan bahwa belum mengetahui tentang hal itu.

    "Banyak yang bilang WhatsApp dan Instagram error, tapi sebenarnya tidak ada masalah, mungkin sinyalnya," kata juru bicara Facebook Indonesia, kepada Tempo melalui pesan singkat, Rabu, 22 Mei 2018.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Pemerintah akan membatasi sementara beberapa fitur di media sosial.  "Akses di media sosial akan dimatikan untuk menjaga hal-hal negatif tersebar di masyarakat seperti berita bohong dan provokasi," kata Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Menkopolhukam pada Rabu, 22 Mei 2019.

    2. VPN Bisa Buka Blokir WhatsApp, Simak Dampak Negatifnya

    Ilustrasi WhatsApp. (cdn.kalingatv.com)

    Aplikasi pesan WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang dibatasi oleh pemerintah Indonesia per Rabu sore, 22 Mei 2019. Namun, ada cara yang bisa diandalkan untuk dapat membuka blokir situs yang dibatasi sehingga pengguna dapat kembali menikmati fitur dalam aplikasi.

    Dilansir laman Valuewalk, beberapa waktu lalu, Virtual Private Network atau VPN adalah satu-satunya cara aman dan andal untuk membuka blokir situs web yang dibatasi. VPN berfungsi sebagai pihak ketiga antara pengguna dan situs host dan mengalihkan semua aktivitas online pengguna melalui server jarak jauh.

    Hal itu memberikan pengguna proksi unik dan kebebasan untuk menjelajahi internet sebagai orang anonim. VPN menyamarkan dan menyembunyikan lokasi dan identitas pengguna yang sebenarnya dan melakukan semua aktivitas melalui terowongan terenkripsi.

    3. Pengganti OS Android Huawei Dilaporkan Meluncur Agustus

    Huawei P20 Lite 2019 (Winfuture.de)

    Salah satu mimpi terburuk Huawei menjadi kenyataan selama pekan ini, ketika Google mencabut lisensi Android untuk Huawei dan memutus akses ke aplikasi dan layanan mereka.

    Mengutip laman Wccftech, Selasa, 21 Mei 2019, perangkat Huawei yang ada tidak akan terpengaruh sebagai akibat dari perkembangan terakhir, tapi nasib ponsel yang akan datang bisa dalam bahaya.

    Meskipun begitu, dilaporkan oleh outlet Cina Caijing, Huawei sedang mempersiapkan sistem operasi alternatif untuk perangkatnya. Jika tidak ada halangan pada pertengahan Agustus 2019, yang merupakan periode waktu Huawei memiliki akses  ke pembaruan Android, Huawei akan meluncurkan OS baru.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.