Hoax WhatsApp Berbayar Viral Lagi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp

    Ilustrasi WhatsApp

    TEMPO.CO, Jakarta - Hoax tentang WhatsApp berbayar setelah diakuisisi Facebook kembali viral di media sosial. Narasi yang dipakai penyebar kabar bohong itu masih sama dengan yang viral tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya.

    Pesan hoax (palsu) WhatsApp berbayar setelah diakuisisi Facebook. Kredit: Istimewa

    Tempo pernah memuat bantahan pihak Facebook tentang kabar itu pada 3 April 2018. "Kelihatan ya, kalau pesannya tidak benar. Sebenarnya dari peredaran pesan yang sudah lama itu, dan sampai hari ini tidak ada perubahan di aplikasi WhatsApp," ujar Lead Communication Facebook Indonesia Putri Dewanti saat dihubungi melalui pesan singkat, 3 April 2018.

    Ketika sejumlah fitur media sosial termasuk WhatsApp diblokir pemerintah menyusul pecahnya kerusuhan dalam aksi 22 Mei 2019, kabar bohong WA berbayar muncul lagi. 

    Pada saat yang hampir bersamaan, laman Techradar, Kamis, 23 Mei 2019, melaporkan bahwa akan ada iklan di WhatsApp pada 2020 sebagai bagian dari fitur status di aplikasi. 

    Sejak berdiri 2009, WhatsApp menolak iklan, sehingga pendirinya sempat akan menarik bayaran pada pengguna. Namun rencana ini tidak pernah terwujud sampai akhirnya aplikasi populer ini diakuisisi Facebook pada Oktober 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.