Facebook Akan Membayar Data yang Diberikan Pengguna

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Thibault Camus)

    Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Thibault Camus)

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook berencana memberikan kompensasi untuk data yang pengguna berikan. Meskipun tidak mengatakan berapa banyak akan memberikan kompensasi, tapi inisiatif Project Atlas yang sekarang tidak berjalan dilaporkan mencapai US$ 20 per bulan.

    Baca juga: Tips Teknologi: Cara Melindungi Privasi Anda di Facebook

    Laman Androidauthority, Rabu, 12 Juni 2019, menyebutkan bahwa Facebook menyatakan tidak akan mengumpulkan data ID pengguna, kata sandi, atau konten yang dibagikan dengan orang lain. Selain itu, Facebook tidak akan menjual data dari aplikasi ke entitas pihak ketiga atau menggunakan data untuk menayangkan iklan yang ditargetkan.

    Sebelumnya, Facebook meluncurkan aplikasi Study from Facebook. Aplikasi hanya tersedia di Android. Menurut TechCrunch, aplikasi itu merupakan upaya Facebook untuk tidak terlihat terlalu menyeramkan dalam mengumpulkan data dari peserta penelitian.

    Aplikasi Study memperingatkan bahwa Facebook akan mempelajari aplikasi mana yang diinstal pada ponsel, berapa lama menggunakan aplikasi tersebut, dan nama-nama fitur yang digunakan di aplikasi itu. Facebook juga akan mempelajari negara tempat pengguna berada dan jenis jaringan.

    Facebook berencana merekrut orang berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat dan India melalui iklan. Jejaring sosial akan menampilkan iklan pada aplikasinya dan orang lain, baik yang menggunakan atau tidak menggunakan Facebook.

    Ketika mengklik iklan, pengguna dibawa ke situs web Applause yang merupakan mitra operasi penelitian Facebook untuk Study dari aplikasi Facebook. Dari sana, situs web akan memberi tahu tentang kemitraan Facebook, aplikasi Study memilih ikut serta, data apa yang akan diserahkan ke Facebook, kompensasi apa yang akan diterima, dan bagaimana dapat memilih keluar dari aplikasi.

    Tentu pengguna akan memerlukan akun PayPal, Facebook akan memeriksa usia di profil Facebook pengguna untuk melihat apakah itu cocok dengan usianya. Siapa pun dapat mengunduh aplikasi Study melalui Google Play Store, tapi hanya mereka yang disetujui melalui Applause yang akan masuk dan menggunakannya.

    Pengguna akan mendapat pemberitahuan secara berkala tentang penjualan data ke Facebook dan pengguna juga bisa memilih untuk keluar kapan saja.  

    Jejaring sosial ini menghadapi tekanan dari regulator antitrust dan masih merasakan efek dari skandal Cambridge Analytics. Apakah orang akan menganggap serius Facebook dan menyerahkan data dengan imbalan kompensasi, waktu yang akan menjawab.

    ANDROIDAUTHORITY | TECHCRUNCH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.