Warga Rusia Penyelundup Orangutan Disidang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan memperlihatkan orangutan yang hendak diselundupkan oleh warga negara Rusia Zhestkov Andrei dalam konferensi pers di Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura, Badung, Bali, Senin, 25 Maret 2019. REUTERS

    Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan memperlihatkan orangutan yang hendak diselundupkan oleh warga negara Rusia Zhestkov Andrei dalam konferensi pers di Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura, Badung, Bali, Senin, 25 Maret 2019. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Rusia, Andrei Zhestkov, 28 tahun, didakwa menyelundupkan satwa yang dilindungi, yaitu orangutan, dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu, 12 Juni 2019.

    Baca juga: Turis Rusia Selundupkan Orangutan, Dibius dan Dimasukkan Koper

    "Dengan sengaja melakukan pelanggaran dilarang menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup," kata Jaksa Penuntut Umum, A.A. Made Suarja Teja Buana.

    Atas perbuatannya, ia didakwa dengan dua pasal, yaitu pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAH dan Ekosistem dan/atau Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (c) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDA dan Ekosistem.

    Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Bambang Ekaputra, memeriksa saski Petugas Karantina dan petugas bandara Ngurah Rai.

    Zhestkov ketahuan membawa orangutan ketika barang bawaannya melewati  pemeriksaan x-ray di Bandara Ngurah Rai.

    Terdakwa mengaku bahwa yang memiliki orangutan itu adalah temannya bernama Igor (dpo). Terdakwa mengaku diberi tahu Igor cara agar satwa liar itu tidur saat dalam perjalanan dengan memberikan obat tidur, berupa tablet warna kuning sebanyak satu tablet.

    Saat orangutan tersebut tertidur, langsung diletakkan di keranjang dengan ditutupi dua piring rotan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.