Gempa Magnitudo 5,3, Warga Agam Berhamburan Keluar Rumah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Lubukbasung, Kabupaten Agam berhamburan keluar rumah, saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Sumatera Barat pada Senin, 17 Juni 2019, pukul 18:04:01 WIB.

    Baca: Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Flores Timur, Nihil Tsunami

    Salah seorang warga Lubukbasung, Gusleli Harti, 51 tahun, mengatakan ia beserta suami dan anak lari  keluar rumah saat gempa bumi melanda daerah itu.

    "Guncangan gempa sangat kencang terasa saat kami sedang duduk di ruang tamu," katanya.

    Ia mengatakan, saat berada di halaman rumah, terlihat pohon kelapa dan tiang listrik bergoyang. Setelah guncangan hilang, ia kembali ke dalam rumah.

    "Setelah dirasakan aman, kami kembali ke dalam rumah karena beberapa menit lagi akan masuk shalat magrib," katanya.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari menambahkan pusat gempa bumi berkekuatan 5,3 berada di 0,36 lintang selatan dan 99.00 bujur timur Pasaman Barat dengan kedalaman 23 kilometer.

    "Guncangan gempa sangat terasa di Kecamatan Tanjungmutiara, Ampeknagari, Palembayan, Lubukbasung dan lainnya karena daerah itu sangat dekat dengan lokasi gempa," katanya.

    Ia menambahkan, BPBD setempat belum mendapatkan informasi terkait kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa bumi.

    Pihaknya masih mendata kerusakan bangunan dan korban jiwa dari pemerintah nagari atau desa adat.

    "Kita berharap warga untuk melaporkan segera kerusakan dan korban jiwa ke pemerintah nagari," tegasnya.

    Dengan kejadian ini, Wahyu mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara keluar rumah saat gempa bumi melanda daerah itu.

    Warga di daerah pesisir untuk mengungsi ke daerah lebih tinggi apabila ada sirine tanda tsunami berbunyi. "Ini harus dilakukan agar tidak ada korban jiwa," katanya.

    Berita lain terkait  gempa, bisa Anda ikuti di Tempo,co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.