Mengenal Libra, Mata Uang Digital 2020 dari Facebook

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata uang digital Libra diumumkan Facebook. Kredit: Techcrunch

    Mata uang digital Libra diumumkan Facebook. Kredit: Techcrunch

    TEMPO.CO, Jakarta - Mata uang digital akan segera bertambah satu seiring dengan kehadiran Libra, mata uang digital buatan Facebook yang sedang dipersiapkan kehadirannya pada 2020 mendatang. Hal itu dikonfirmasi oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg pada akun pribadinya, Selasa, 18 Juni 2019.

    Baca: Facebook Umumkan Mata Uang Digital Libra

    Dilansir dari www.worldatlas.com, dunia saat ini memiliki 180 mata uang yang digunakan di 195 negara. Jumlah tersebut belum termasuk dengan mata uang digital yang kabarnya jumlahnya mencapai lebih dari 1.000.

    Libra nantinya akan dapat digunakan oleh semua orang guna kepentingan finansial mereka. Hal tersebut dimungkinkan karena Libra sendiri dibangun dengan blockchain dan bersifat open source.

    “Kami berharap untuk menawarkan lebih banyak layanan untuk orang-orang dan bisnis -- seperti membayar tagihan, membeli kopi dengan scan kode, atau naik transit publik lokal tanpa perlu membawa uang tunai atau metro pass,” tulis Zuckerberg.

    Libra sendiri direncanakan akan menjadi mata uang yang stabil karena didukung oleh adanya cadangan aset nyata yang bunganya akan digunakan untuk berbagai kepentingan mulai dari memastikan bahwa biaya transfer rendah, hingga membayar deviden kepada para investor, dan bursa untuk melakukan jual beli Libra. Berbeda dengan uang digital lain yang memiliki grafik naik turun yang drastis karena berdasarkan ekspektasi.

    Sebagai sebuah mata uang digital, Libra memiliki sejumlah fitur menarik yang di antaranya adalah dapat mengirimkan uang secara cepat, kebebasan dan kemudahan untuk melakukan transfer dana, jaminan kepraktisan dan keamanan serta biaya pengiriman yang rendah, serta keamanan kriptografi.

    Guna mensukseskan rencana tersebut, Facebook telah membentuk Libra Association yang bermarkas di Jenewa, Swis,s dan beranggotakan 27 anggota guna melakukan pemantauan pada pengembangannya, demikian yang dikatakan pada WhitePaper yang dapat diakses di situs resmi Libra, libra.org.

    Ke depannya asosiasi tersebut mengharapkan adanya pertambahan menjadi 100 anggota yang nantinya akan berfungsi sebagai node validator awal dari Libra BlockChain, BlockChain yang sedang disusun oleh Libra.

    WORLDATLAS|FACEBOOK|LIBRA|RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.