Tahun Depan Whatsapp Bisa Kirim Uang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengguna WhatsApp. Reuters/Dado Ruvic

    Ilustrasi pengguna WhatsApp. Reuters/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Whatsapp kini masih menyandang predikat sebagai aplikasi pesan paling popular di seluruh dunia. Tak kurang dari 1,5 miliar pengguna yang tersebar di 180 negara menggunakannya sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan kepada keluarga atau kolega mereka setiap harinya.

    Baca: Tips Teknologi: Kirim Gambar dengan Resolusi Tinggi di WhatsApp

    Namun, sepertinya fungsi dari Whatsapp akan segera bertambah, dari yang sebelumnya hanya aplikasi pesan, bertambah menjadi dompet digital yang dapat menyimpan, mengirimkan uang, hingga menghabiskan uang seperti halnya aplikasi dompet digital lain pada umumnya.

    Hal tersebut disampaikan oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg dalam akun facebook pribadinya, Selasa, 18 Juni 2019.

    Pria kelahiran 14 Mei 1984 juga mengatakan bahwa hal itu adalah bagian dari rencana Facebook bersama 27 organisasi di seluruh dunia untuk memulai sebuah Asosiasi bernama Libra yang memiliki mata uang sendiri bernama Libra.

    Hingga saat ini saat ini Mark mengatakan bahwa mereka masih mempersiapkan segala sesuatunya sebelum nantinya akan resmi diluncurkan pada 2020. “Ini adalah awal dari perjalanan yang menarik,” kata ayah dua anak itu diakhir status facebooknya.

    Dengan rencana tersebut, nantinya Anda akan secara samar membeli atau menguangkan Libra Anda secara online atau di tempat-tempat pertukaran lokal seperti toko grosir, dan menghabiskannya menggunakan aplikasi dompet pihak ketiga atau dompet Calibra milik Facebook yang akan dibangun di WhatsApp, Messenger dan aplikasi sendiri.

    DIGITALINFORMATIONWORLD | FACEBOOK | RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.