Bocah 10 Tahun Jadi CEO dan Pembicara di Techsauce Global Summit

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Founder ChangeMyImdia Akshat Mittal (13 tahun), CEO dan Founder Sandee for Good Irawadee Thawornbut (15 tahun) dan CEO KIDLetCoin Takenaka Kaeda (10 tahun)  dalam Techsauce Global Summit 2019 di Centara Grand, Bangkok, Thailand, Rabu, 19 Juni 2019. TEMPO/Khory.

    Founder ChangeMyImdia Akshat Mittal (13 tahun), CEO dan Founder Sandee for Good Irawadee Thawornbut (15 tahun) dan CEO KIDLetCoin Takenaka Kaeda (10 tahun) dalam Techsauce Global Summit 2019 di Centara Grand, Bangkok, Thailand, Rabu, 19 Juni 2019. TEMPO/Khory.

    TEMPO.CO, Bangkok - Pameran startup dan teknologi Techsauce Global Summit 2019 menghadirkan berbagai pembicara, salah satunya Kaede Takenaka, CEO KIDLetCoin yang masih berusia 10 tahun. Gadis blasteran Jepang-Kanada itu menjadi pendiri sebuah perusahaan untuk anak-anak.

    Baca juga: Techsauce Global Summit 2019: Startup Indonesia Jaring Networking

    "Saya ingin mendapat uang, ibu mengatakan bahwa jika saya mendapat uang dan menggunakannya untuk pendidikan saya akan menjadi luar biasa. Saya tertarik, karena jika itu membantu saya untuk menghasilkan uang, saya pasti akan melakukannya," ujar Kaede, di Centara Grand, Bangkok, Thailand, Rabu, 19 Juni 2019.

    KIDLetCoin merupakan pengembangan platform blogging dengan konsep yang cukup baik, untuk anak-anak oleh anak-anak dan mengajar anak-anak. KIDLetCoin mempelajari teknologi Blockchain Crypto Currency termasuk pengelolaan uang untuk meringankan beban orang tua.

    Metodenya adalah ketika anak-anak membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah, orang tua akan memberikan hadiah kepada mereka sebagai Medali Token KID. Medali itu datang dalam bentuk uang kripto digital yang dapat digunakan untuk membeli produk di toko online KIDLetCoin.

    "Saya tidak hanya tertarik dengan uang, tapi ingin tahu berapa banyak uang yang akan dihasilkan melalui perusahaannya. Karena uang kertas bisa sobek atau rusak, tapi uang ini menggunakan sistem digital," kata Kaede. "Tujuannya adalah bergerak maju, menghasilkan uang, dan mengembangkannya untuk digunakan anak-anak."Kaede Takenaka (twitter.com/kidletcoin)

    Saat ini, tim KIDLetCoin merupakan tim kecil yang terdiri dari Kaede, Laura, ibunya dan teman-teman ibunya. Kaeda menyatakan bahwa menjadi seorang CEO tidak mengasyikkan, dan semua orang harus bergantung padanya.

    "Karena tidak ada lagi yang ingin menjadi CEO, jadi saya CEO-nya. Menjadi CEO tidak ada bagian yang menarik. Saya harus menemukan tempat yang sempurna antara sekolah dan pekerjaan. Terkadang ibuku harus membawaku keluar kelas sebelum waktunya," tutur Kaede yang punya cita-menjadi dokter itu.

    Selain Kaede hadir juga beberapa CEO cilik lainnya seperti CEO dan Founder Sandee for Good, Irawadee Thawornbut, 15 tahun, dan Founder ChangeMyImdia, Akshat Mittal, 13 tahun.

    Berita lain tentang Techsauce Global Summit 2019 dan kaum belia pendiri startup, bisa Anda simak di Tempo.co. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.