Dubalang, Pengawal Adat Penjaga Hutan di Kampar

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Sejumlah Dubalang Kenagarian Tanjung Belit menebas belukar yang menutup akses jalan setapak di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (20/6/2019). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggandeng Dubalang yang merupakan pengawal dalam struktur masyarakat adat Kampar, menjadi mitra polisi kehutanan atau jagawana, guna mencegah pembalakan liar dan pengrusakan hutan di kawasan Rimbang Baling. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

TEMPO.CO, Jakarta - Pengawal adat di Kabupaten Kampar, yang disebut Dubalang, kini ikut menjaga hutan di kawasan Bukit Rimbang Baling, sebagai bentuk partisipasi masyarakat adat untuk kelestarian hutan sebagai paru-paru dunia yang tersisa di Provinsi Riau itu. 

Baca juga: 2018, KLHK Targetkan Pengakuan Hutan Adat 2,25 Juta Hektare

“Dubalang disepakati bersama untuk menjaga hutan larangan. Jangankan untuk tebang kayu, ambil akar saja tidak diperbolehkan,” kata Kepala Desa Tanjung Belit, Efri Desmi kepada Antara di Pekanbaru, Selasa, 25 Juni 2019.

Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri berbatasan dengan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling. Sebagian wilayahnya berupa hutan yang masuk ke kawasan konservasi tersebut. Pada 2018, masyarakat desa dan pemuka adat (ninik mamak) sepakat menjadikan hutan di daerah Tanjung Belit menjadi hutan larangan.

“Hutan larangan itu seluas 300 hektare yang diatur dalam Peraturan Desa tahun 2018 tentang Hutan Larangan Kenagarian Desa Tanjung Belit. Aturan itu berisi penetapan, pengelolaan dan penjagaannya,” katanya.

Penetapan Dubalang menjadi penjaga hutan atau semacam jadi polisi kehutanan dari adat baru disepakati pada awal 2019. Kesepakatan itu juga diketahui oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan WWF Program Riau. “Sekarang kami sedang meminta agar hutan larangan Kenagarian Tanjung Belit ini mendapat pengakuan dari pemerintah,” ujarnya.

Pengakuan adat untuk menjaga hutan di Desa Tanjung Belit sangat penting untuk kelestarian Suaka Margasatwa Rimbang Baling secara langsung maupun tidak. Sebabnya hutan di Tanjung Belit merupakan daerah penyangga kawasan konservasi dan 150 hektare dari hutan larangan tersebut masuk dalam suaka margasatwa Rimbang Baling.

Datuk Godang Defrizarman, ninik mamak Kenagarian Tanjung Belit, mengatakan Dubalang  merupakan pengawal adat yang bertugas  sebagai penghubung antarpemuka adat, pengawal raja dan jadi garda terdepan untuk membahas permasalahan terkait adat istiadat. Namun, karena ada kesepakatan dengan masyarakat, maka tugas Dubalang kini juga menjaga hutan adat di kawasan Rimbang Baling.

“Jadi sebelum bulan puasa tahun ini disepakati ada 10 Dubalang untuk menjaga hutan larangan. Enam orang Dubalang dari Ninik Mamak, dan sisanya Dubalang dari pemuda dan aparatur desa,” katanya.

Menurut dia, hutan larangan Tanjung Belit bentuknya mengelilingi sumber-sumber air, hutan, habitat satwa dan air terjun Batu Dinding. Menjaga hutan tersebut tidak hanya melindungi kepentingan jangka panjang kelestarian lingkungan, melainkan juga untuk melindungi potensi pariwisata yang kini terus ditingkatkan di daerah tersebut. “Karena ada illegal logging, hutan larangan adat harus ditetapkan,” katanya.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono menyambut baik peran Dubalang karena ikut meringankan beban pemerintah yang masih kekurangan sumber daya manusia untuk menjaga kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Dubalang tersebut akan menjadi mitra polisi kehutanan, perbedaannya adalah mereka tidak punya kewenangan polisional untuk menangkap dan menyidik. “Kita sangat menyambut baik karena jumlah personel kita di Rimbang Baling sangat sedikit,” katanya.

Komitmen masyarakat untuk menjaga hutan juga diharapkan karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah menyetujui pembangunan jalan sepanjang sekitar 37 kilometer di sembilan desa di Rimbang Baling. Harapannya setiap desa mau berpartisipasi menjaga agar jalur tersebut tidak disalahgunakan untuk kejahatan lingkungan






Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

4 hari lalu

Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan dari 2.078 izin usaha pertambangan atau IUP yang dicabut, ada 700 perusahaan yang menyatakan keberatan.


Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

10 hari lalu

Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

KLHK juga meminta agar tidak melayani melayani permohonan kerja sama oleh Erik Meijaard dkk di tingkat tapak dalam kewenangan Kepala UPT.


KLHK dan Sinar Mas Siapkan Pusat Persemaian 10 Juta Tanaman di Sumatera Selatan

20 hari lalu

KLHK dan Sinar Mas Siapkan Pusat Persemaian 10 Juta Tanaman di Sumatera Selatan

KLHK turuti program yang digagas oleh Presiden Joko Widodo untuk secara total membangun 30 unit pusat persemaian di seluruh Indonesia.


Shopee bersama KLHK Tanam Bibit Pohon Kopi, Dukung Potensi Ekowisata Kampung Ciwaluh, Jawa Barat

32 hari lalu

Shopee bersama KLHK Tanam Bibit Pohon Kopi, Dukung Potensi Ekowisata Kampung Ciwaluh, Jawa Barat

Program ini merupakan contoh baik terkait sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat


MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

35 hari lalu

MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

Boyamin menduga kapal tersebut mengangkut limbah beracun seberat 5.500 ton dan disamarkan dengan dokumen sebagai minyak bumi.


KLHK Dorong Produsen Perbesar Kemasan Plastik

41 hari lalu

KLHK Dorong Produsen Perbesar Kemasan Plastik

Kampanye "The Rising Tide" dan Triathlon Bali-Jakarta berbuah positif, produsen didorong perbesar kemasan plastik (upsizing) demi kurangi timbulan sampah.


KLHK Galang Komitmen 'Stop Wariskan Sampah' dengan Galakkan Daur Ulang

41 hari lalu

KLHK Galang Komitmen 'Stop Wariskan Sampah' dengan Galakkan Daur Ulang

KLHK ajak produsen, industri dan pecinta lingkungan untuk kelola sampah plastik dengan size up dan daur ulang.


Pembalakan Hutan Ramai-ramai

42 hari lalu

Pembalakan Hutan Ramai-ramai

Sejak Januari hutan suku di Sipora Utara Mentawai, Sumatera Barat, dilakukan pembalakan. Hutan seluas 243 hektare itu habis hampir seluruhnya.


Wewangian yang Terinspirasi dari Aroma Hutan dapat Menenangkan Kecemasan dan Pikiran

52 hari lalu

Wewangian yang Terinspirasi dari Aroma Hutan dapat Menenangkan Kecemasan dan Pikiran

Wewangian yang terinspirasi dari hutan termasuk salah satu tren kesehatan terbesar pada tahun 2022


Tarif Masuk Pulau Rinca Tidak Naik, Ini Penjelasan PT Segara Komodo Lestari

55 hari lalu

Tarif Masuk Pulau Rinca Tidak Naik, Ini Penjelasan PT Segara Komodo Lestari

Tarif baru Rp 3,75 juta rupiah itu, hanya berlaku di Pulau Komodo dan Pulau Padar lantaran pemerintah sengaja membuka Pulau Rinca.