Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Air Tawar di Dasar Samudera Atlantik

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fenomena pertemuan antara air dari Samudera Atlantik dan Laut Mediterania di Selat Gibraltar. (Hidabrut.com)

    Fenomena pertemuan antara air dari Samudera Atlantik dan Laut Mediterania di Selat Gibraltar. (Hidabrut.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini tentang waduk air tawar yang ditemukan di dasar laut, asteroid sebesar tiga kali lapangan bola akan mendekati bumi, dan Lab NASA diretas.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Waduk Air Tawar Tersembunyi Ditemukan di Dasar Samudera Atlantik

    Ahli geologi Amerika Serikat telah menemukan akuifer atau waduk raksasa air tawar yang tersembunyi di dasar Samudera Atlantikatau di bawah air asin.

    "Kami tahu ada air tawar di sana di tempat-tempat terpencil, tapi kami tidak tahu luas atau geometrinya," kata ahli geologi kelautan Chloe Gustafson dari Universitas Columbia, seperti dikutip laman Science Alert, Senin, 24 Juni 2019. "Meskipun ukuran besar ini mengejutkan dan tidak terduga."

    Sinyal air pertama kali muncul pada 1970-an, tapi sampai sekarang, tidak ada yang curiga bahwa waduk besar yang terperangkap dalam batuan berpori ini mungkin mengalir hampir sepanjang seluruh timur laut AS.

    2. Kamis Lusa, Asteroid Seukuran 3 Lapangan Bola Lewat Dekat Bumi

    Pelancong kosmik yang berupa asteroid selebar tiga kali lapangan sepak bola akan lewat di dekat Bumi pada hari Kamis lusa, 27 Juni 2019. Tapi jarak lintasannya lumayan jauh, sekitar 6,7 juta kilometer dari Bumi.

    Meski cukup jauh, kehadiran batuan ruang angkasa berkode 2008 KV2 itu tidak bisa kita lewatkan begitu saja, karena  tidak setiap hari asteroid yang begitu besar meluncur dekat planet kita.

    Untuk menempatkan jarak 2008 KV2 dari Bumi ke dalam perspektif, bulan berjarak sekitar 384.400 km dari kita, dan asteroid akan lebih dari 17 kali jarak itu.

    3. Lab NASA Bisa Diretas dengan Komputer Sederhana Raspberry Pi

    Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) baru-baru ini membenarkan bahwa mereka telah menjadi korban pencurian data yang dilakukan oleh peretas. Peretasan itu menimpa fasilitas Laboratorium Jet Propulsion mereka yang berlokasi di Pasadena, Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Digital Trends akhir pekan lalu.

    Tidak kurang dari 23 data berhasil dicuri selama sepuluh bulan terakhir. Dua di antara data tersebut adalah data yang penting karena menyangkut informasi tentang Peraturan Lalu Lintas Internasional dalam Senjata, yang mengontrol transfer teknologi militer dan luar angkasa terkait dengan Misi Laboratorium Sains Mars.

    Laboratorium Jet Propulsion dilansir dari situs resminya, adalah fasilitas riset nasional Amerika Serikat yang menjadi tempat pengembangan satelit sains, produksi pesawat antariksa antar planet, dan pengiriman misi robot untuk mempelajari semua planet di tata surya serta asteroid, komet, dan bulan Bumi.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.