L-Flood, Aplikasi Peringatan Banjir Bojonegoro

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu dengan anak-anaknya mengungsi dengan memanfaatkan perahu batang pisang di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jatim, Selasa (9/4). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Seorang ibu dengan anak-anaknya mengungsi dengan memanfaatkan perahu batang pisang di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jatim, Selasa (9/4). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa wilayah Indonesia menjadi daerah yang rawan banjir. Namun, hal itu akan bisa diantisipasi dengan L-Flood, aplikasi berbasis Android yang merupakan sistem informasi peringatan dan tanggap darurat bencana banjir di Bojonegoro.

    Baca juga: Banjir Bandang Terjang 3 Kecamatan di Bojonegoro  

    Pemuda 23 tahun, R. Surahutomo Aziz Pradana atau yang akrab disapa Dana bersama teman-temannya di Developer Student Clubs Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (DSC PENS) mengembangkan aplikasi yang diberi nama L-Flood.

    Developer Student Clubs (DSC) melatih ribuan siswa developers  secara global dan bekerja sama dengan komunitas untuk menyelesaikan masalah di kehidupan nyata. Google berkolaborasi dengan mahasiswa yang bersemangat mengembangkan komunitas developers dan mendukung melalui klub developers di kampus.

    Berdasarkan keterangan tertulis, Rabu, 26 Juni 2019, aplikasi L-Flood memiliki beberapa fitur utama, yaitu pertama alarm pemberitahuan akan terjadinya banjir dengan 3 skala prioritas bahaya yang akan disampaikan langsung ke seluruh handphone penduduk di Bojonegoro.

    Kemudian, dengan L-Flood, pengguna dapat melihat lokasi dari berbagai posko pengungsian serta panduan rute menuju posko dengan cepat dan aman. Dan melihat status dari masing-masing posko, seperti kapasitas, kuota penduduk saat itu, jarak, stok makanan dan minuman.

    DSC PENS merupakan sarana Dana dan teman-temannya belajar dunia developer dan mengembangkan L-Flood, dibentuk sejak Januari 2018. Dana dan timnya membutuhkan waktu sekitar 3 - 4 bulan untuk mengembangkan aplikasi L-Flood hingga dapat dipresentasikan kepada warga di Bojonegoro.

    Tujuan pengembangan aplikasi ini adalah untuk membantu penduduk Bojonegoro dalam menghadapi bencana banjir yang sering terjadi, mengingat kota tersebut dilintasi salah satu sungai terbesar, yaitu Sungai Bengawan Solo.

    Aplikasi L-Flood hingga saat ini masih terus dikembangkan oleh Dana dan timnya namun sudah dapat diunduh di Google Play Store sejak 1 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.