Peringkat Universitas di Bawah 295, Pengamat: Budayakan Riset

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peringkat universitas di Indonesia pada daftar peringkat 1.000 universitas top dunia QS (QS World University Rankings 2020). Kredit: Top University

    Peringkat universitas di Indonesia pada daftar peringkat 1.000 universitas top dunia QS (QS World University Rankings 2020). Kredit: Top University

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Andreas Tambah mengatakan perguruan tinggi atau universitas harus membudayakan riset bagi mahasiswa dan atau staf pengajar untuk meningkatkan peringkatnya dalam universitas kelas dunia (world class university/WCU).

    Baca: Peringkat Universitas Dunia 2020: UI Turun, UGM dan ITB Naik

    Baca: Peringkat Universitas Dunia 2020: Universitas AS, Inggris Turun

    "Perguruan tinggi harus membudayakan riset dan jurnal internasional bagi mahasiswa atau staf pengajar," kata Andreas kepada Antara, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

    Saat ini, ada sekitar sembilan universitas di Indonesia yang masuk peringkat dunia, namun peringkatnya masih di bawah 295.

    Dari QS World University Rankings 2019-2020, Universitas Indonesia menduduki peringkat 296 dunia, Universitas Gadjah Mada menempati peringkat 320 dunia, Institut Teknologi Bandung berada di peringkat 331 dunia.

    Kemudian, Institut Pertanian Bogor menempati peringkat 601-650 dunia. Universitas Airlangga berada di peringkat 651-700 dunia. Universitas Padjajaran memperoleh peringkat 751-800 dunia.

    Universitas Bina Nusantara berada di peringkat 801-1.000 dunia. Universitas Diponegoro menempati peringkat 801-1.000 dunia. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya berada di peringkat 801-1.000 dunia.

    Andreas mengatakan indikator-indikator untuk peringkat WCU adalah reputasi akademik, reputasi lulusan, rasio fakultas dan mahasiswa, kutipan jurnal riset, fakultas internasional, dan mahasiswa internasional.

    Perguruan tinggi di Indonesia juga perlu meningkatkan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri yang memiliki peringkat bagus, dan mempunyai prodi unggulan. Bila perlu antar-universitas saling mengadakan pertukaran dosen.

    Dengan kerja sama itu, diharapkan ada pembelajaran dan kolaborasi yang berkontribusi positif bagi pengembangan perguruan tinggi di Indonesia ke arah yang lebih baik dan mendunia.

    Andreas menuturkan agar perguruan tinggi tidak terikat pada spesialisasi jurusan yang mengakibatkan lulusan kurang memahami bidang lain yang terkait. Untuk itu, kurikulum perlu dibuat tematik sehingga mahasiswa punya lebih dari satu keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan zaman saat ini dan mendatang.

    Perguruan tinggi atau universitas juga harus memastikan "output" yang dihasilkan atau lulusannya telah memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat luas, misalnya sebagai penggerak ekonomi dan pelaku perubahan di daerah atau desa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.