Bukalapak Jadi Decacorn? Achmad Zaky: Mudah-Mudahan Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri dan CEO Bukalapak.com Ahmad Zaky tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 16 Februari 2019. TEMPO/Subekti

    Pendiri dan CEO Bukalapak.com Ahmad Zaky tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 16 Februari 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukalapak telah menjadi salah satu perusahaan rintisan yang berstatus unicorn di Indonesia dan akan melangkah lebih jauh untuk meraih pencapaian lainnya, termasuk menyandang status decacorn.

    Baca juga: Salip Bukalapak, Gojek Jadi Decacorn Duluan 

    "Mudah-mudahan tahun ini bisa jadi decacorn," kata CEO Bukalapak Achmad Zaky dalam ramah-tamah dengan jurnalis di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019. Decacorn adalah level start-up yang sudah berhasil mencatat valuasi 10 miliar dolar AS (Rp 141 triliun).

    Namun, Zaky tidak bersedia memberikan informasi mengenai valuasi perusahaan mereka. Pada awal 2019, Bukalapak mendapatkan suntikan dana Mirae Asset-Naver Asia Growth dari Korea Selatan senilai Rp706,6 miliar.

    Cita-cita untuk menyandang status decacorn pada 2019 itu diupayakan Bukalapak dengan menumbuhkan segmen offline melalui Mitra Bukalapak, yaitu kemitraan dengan warung dan usaha kecil.

    Mitra Bukalapak sudah menjalin kemitraan dengan sekitar satu juta warung di Indonesia. Zaky mengatakan respons terhadap program itu cukup positif karena pendapatan warung yang bermitra dengan mereka meningkat.

    Bukalapak mulai berinvestasi senilai Rp1 triliun untuk program offline pada 2019, termasuk untuk memperluas gudang dan produk berupa barang yang dapat dijual di warung-warung.

    Meskipun membidik status decacorn, Zaky mengaku target itu bukan tujuan utama Bukalapak. Dia ingin platform tersebut dapat menciptakan peluang usaha yang lebih banyak khususnya bagi usaha kecil.

    "Kami ingin menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak," katanya.

    Bukalapak telah tumbuh tiga kali lipat pada 2018. Mereka menargetkan dapat mencapai pertumbuhan ganda pada 2019.

    Pusat riset
    Investasi Bukalapak untuk e-commerce tidak sebatas pada bisnis. Pada 2018,  mereka membuka pusat riset di Bandung, yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

    "Ada ratusan engineer di sana, fokus ke AI," kata Zaky.

    Baca juga: Tingkatan Start-Up: Ada Kecoak, Unicorn sampai Hectocorn

    Kecerdasan buatan yang dikembangkan Bukalapak antara lain untuk optimasi sistem dalam platform Bukalapak, misalnya untuk mengenali foto agar tidak ada gambar bersifat negatif masuk ke platform Bukalapak.

    Pusat riset Bukalapak juga masuk ke bidang kecerdasan buatan umum, misalnya robot. Zaky menyatakan saat ini belum ada rencana untuk membuka pusat riset di kota lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.