WhatsApp Dirut Tempo Dibajak, Peretas Minta Pinjaman Uang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

    Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontak WhatsApp Direktur Utama Tempo Toriq Hadad dibajak oleh orang tak dikenal. Nomor WhatsApp-nya kini dikuasai oleh hacker yang minta pinjaman uang dengan mengatasnamakan dirinya.

    "Awalnya ada dua kejadian yang saya meraba-raba sebagai penyebab nomor saya di-hack. Pertama tadi sore ada WhatsApp masuk dari seorang teman saya, teman kampus. Tapi nomor dia tanpa nama, seperti kontak yang belum di-save. Jadi dia bilang saya bisa save kalau saya membantu dia untuk menyetor notifikasi yang akan dikirim ke nomor saya ini. Saya bilang kok ini ngapain," kata Toriq di Kantor Tempo, Jakarta Barat, Senin, 1 Juli 2019.

    Toriq mengatakan, nomornya disalahgunakan pembajak dengan meminta pinjaman uang kepada kontaknya. Kemudian yang kedua, setelah itu ada telepon masuk menggunakan nomor dari luar negeri.

    "Telepon masuk dengan nomor USA tanpa nama, enggk saya angkat. Terus ada telpon lagi, enggak saya angkat. Kemudian ada lagi, nomor depannya +60 itu berarti Malaysia. Ini saya angkat, begitu diangkat tidak jelas dan langsung saya matikan," kata Toriq.

    Sekarang aplikasi di ponselnya dia hapus. Namun sejumlah kontak telah dihubungi pembajak mengatasnamakan Toriq. "Jadi nomor saya sudah dikuasai orang lain," tutur dia.

    Hingga sore ini, sudah ada puluhan orang yang dihubungi dan dimintai mengirimkan uang. "Barusan juga Arif (Arif Zukifli, Pemred Majalah Tempo) telpon, dia dihubungi oleh orang 'lagi dimana nih?' Jadi seolah-olah saya. Pakai nomor saya, padahal bukan saya," kata Toriq.

    Beberapa pesan dari tangkapan layar terlihat bahwa orang yang mengatasnamakan Toriq telah meminta untuk meminjam uang Rp 5 juta untuk dikirimkan ke nomor rekening 70423637140 Bank CIMB Niaga atas nama Herman.

    Toriq mengimbau jika ada orang yang menghubungi dengan nomornya melalui WhatsApp, agar diabaikan. "Kalau minta bantuan apa-apa jangan dikirim, Jangan sampai menjadi korban," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.