Sony Tarik PES 2019 dari Daftar Game Gratis PlayStation Plus

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PlayStation 4 atau PS4 (Sony)

    PlayStation 4 atau PS4 (Sony)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi pemilik PlayStation 4 atau PS4 dan pelanggan PlayStation Plus yang mengharapkan game simulator sepakbola, Pro Evolution Soccer (PES) 2019 secara gratis, maka Anda kurang beruntung. Pasalnya, Sony mengganti line-up game PS Plus untuk bulan Juli.

    Mengutip laman Techradar, baru-baru ini, sebelumnya pengguna dijanjikan akses gratis ke pertandingan sepak bola PES 2019 dari Konami sebagai bagian dari paket berlangganan online bulan ini, tapi sekarang game telah dihapus dan diganti.

    Game tersebut diganti dengan Detroit: Become Human Digital Deluxe yang sangat berbeda dari pengembang Quantic Dream. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. "Kami melakukan swap ke jajaran game PS Plus untuk bulan Juli," tertulis dalam keterangan pembaruan untuk PS Plus.

    Bulan Juli ini, Sony menambahkan game Detroit, yang juga menyertakan Heavy Rain, ke jajaran game Juli, bukan PES 2019.

    Ini adalah langkah misterius dan langka bagi Sony. Jadi mengapa itu terjadi? Ada sedikit reaksi terhadap inklusi PES 2019 awalnya. Dan kehadirannya akan membuat PS Plus sepenuhnya berorientasi olahraga.

    Game kedua tetap tidak berubah, menjadi game balap mobil indie Horizon Chase Zero. Selain itu, meskipun baru-baru ini dijual, Detroit: Become Human Digital Deluxe menawarkan nilai yang lebih baik kepada pelanggan dari pada PES 2019.

    Perlu dicatat bahwa game-game Quantic Dream, sampai saat ini, menjadi PlayStation exclusives. Bulan lalu Heavy Rain mulai masuk PC dan Detroit: Become Human Digital Deluxe akan bergabung selanjutnya.

    Game ketiga dalam seri yang terhubung secara longgar, Beyond: Two Souls, juga akan mencapai platform PC pada 22 Juli. 

    Berita lain tentang Playstation dan game, bisa Anda baca di Tempo.co.
    TECHRADAR | PLAYSTATION


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.