Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Lantai Masjidil Haram, Fosil Manusia di Brebes

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat Muslim beristirahat setelah ikuti sholat Jumat kedua di Bulan Ramadan ditengah melangsungkan ibadah Umrah di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, 25 Mei 2018. REUTERS/Ahmed Jadallah

    Sejumlah umat Muslim beristirahat setelah ikuti sholat Jumat kedua di Bulan Ramadan ditengah melangsungkan ibadah Umrah di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, 25 Mei 2018. REUTERS/Ahmed Jadallah

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini tentang lantai di  Masjidil Haram kenapa selalu dingin, meski cuaca sedang panas. Berita lain tentang penemuan fosil manusia purba Homo Erectus Bumiayu yang lebih tua dari Homo Erectus Sangiran, serta Huawei P30 Pro meraih penghargaan Best Smartphone of 2019 dari European Hardware Association (EHA).

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno hari ini:

    1. Rahasia Dinginnya Lantai Masjidil Haram Mekah Meski Cuaca Panas

    Masjidil Haram Mekah, tempat berdirinya Kakbah serta bangunan suci sekaligus pusat kiblat umat Islam, akan ramai dipadati oleh jemaah dari seluruh dunia pada musim haji tahun ini.

    Para jemaah akan melangsungkan prosesi tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali, dan sa’i, yaitu berlari lari kecil sebanyak 7 kali antara bukit safa’ dan bukit marwah.

    Indonesia akan mulai memasuki musim haji pada 5 Juli besok seiring dengan berangkatnya gelombang pertama dari Indonesia. Ini artinya jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini akan segera merasakan cuaca Arab Saudi yang dikabarkan menembus suhu 50 derajat Celcius di sejumlah titik, termasuk Kota Mekkah.

    Dengan tawaf dan sa’i yang berlangsung total sejauh 4,5 hingga 6,5 kilometer di suhu mencapai 50 derajat Celcius ini, jemaah tidak perlu takut memikirkan suhu di sekitar Masjidil Haram yang akan ikut naik, terutama pada keramik marmer yang akan menjadi pijakan mereka.

    Hal itu karena penggunaan material marmer yang telah disesuaikan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar dapat tetap dingin walaupun di suhu panas sekalipun.

    2. Fosil Manusia Purba Tertua di Indonesia Ditemukan di Brebes

    Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta Harry Widianto melakukan penelitian terhadap penemuan fosil manusia purba di Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Fosil yang ditemukan itu merupakan kelompok Homo erectus yang diperkirakan tertua di Indonesia.

    "Kalau kita bicara mengenai manusia purba, orientasinya bukan Indonesia, tapi Jawa, Javaman, itu sudah kondang. Nah, ini penemuan fosil 1,8 juta tahun lalu di Bumiayu, tidak membuat Out of Africa itu dicoret, tapi di Bumiayu sudah ada dan itu multiregional," ujar Harry kepada Tempo, Rabu, 3 Juli 2019.

    Temuan fosil tersebut berupa tulang bonggol dan rahang serta akar gigi. Fosil ini, kata Harry, berbeda dengan fosil yang ditemukan di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, yang berusia 1,5 juta tahun lalu, yang perkembangan manusianya berasal dari Afrika.

    3. Huawei P30 Pro Raih Penghargaan Bergengsi MWC Shanghai dan EHA

    Smartphone Huawei P30 Pro berhasil meraih penghargaan Best Smartphone of 2019 dari European Hardware Association (EHA) di tahun kelima penghargaan tahunan tersebut dan Best Smartphone 2019 Award of Asia Mobile Award di MWC 2019 Shanghai Summit, baru-baru ini.

    Khusus penghargaan bergengsi tahunan dari EHA, merupakan hasil seleksi oleh lebih dari 100 editor berpengalaman dari media teknologi di Eropa. Tahun lalu, Huawei meraih penghargaan yang sama untuk Huawei P20 Pro.

    Penghargaan dari MWC di Shanghai dan EHA bukan kali pertama bagi Huawei P30 Pro. Sebelumnya P30 Pro sudah meraih berbagai pengakuan global, baik dari konsumen global dan banyak media top di dunia, sejak peluncurannya.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.