Cina Instal Paksa Spyware di Smartphone Turis Tujuan Xinjiang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang menggunakan smartphone (Pixabay.com)

    Ilustrasi orang menggunakan smartphone (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengunjung Xinjiang di barat laut Cina mengalami kejutan yang tidak menyenangkan dalam bentuk aplikasi spyware yang dipasang secara paksa di ponsel mereka, demikian dilaporkan laman Foxnews, Rabu, 3 Juli 2019.

    Baca: Produsen Teknologi Mau Kabur dari Cina, Microsoft Incar Indonesia

    Kabarnya, para wisatawan dihentikan di perbatasan Cina di wilayah Xinjiang dan smartphone mereka disita. Penjaga perbatasan kemudian menginstal aplikasi bernama Fengcai atau BXAQ, yang berfungsi mengumpulkan semua informasi pribadi termasuk pesan teks, entri kalender, kontak telepon, log panggilan, dan daftar aplikasi yang diinstal.

    Semua data kemudian dikirim ke server jauh untuk ditinjau. Selain mengumpulkan informasi pribadi, Fengcai juga ditemukan memeriksa konten terhadap daftar 73.000 item yang ditandai sebagai mencurigakan atau perlu diselidiki lebih lanjut.

    Hal-hal yang diselidiki misalnya, instruksi tentang cara membuat senjata, termasuk buku-buku yang ditulis dalam bahasa Arab, audio Al-Quran yang sedang dibaca, dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan jabatan kepemimpinan agama.

    Untuk saat ini, diperkirakan Fengcai hanya bekerja dengan smartphone Android. Namun, iPhone juga disita dan penjaga perbatasan menyambungkannya ke perangkat genggam.

    Tampaknya para penjaga memiliki akses ke perangkat yang mampu melewati keamanan dan mengambil semua informasi pribadi dari ponsel iOS, seperti perangkat yang dipasok Cellebrite, perusahaan spesialis pembobol ponsel asal Israel ke lembaga penegak hukum.

    Fengcai dikembangkan oleh Ninjing FiberHome StarrySky Communication Development Company Ltd. dan kemudian didistribusikan oleh otoritas Cina. Seperti yang diperkirakan, tidak ada yang mau membicarakan tentang penggunaan spyware dan penyitaan smartphone secara paksa.

    Jadi, jika berniat mengunjungi wilayah Xinjiang, Cina, yang terbaik adalah meninggalkan ponsel cerdas di rumah, atau paling tidak menjalankan solusi keamanan terbaik yang bisa dilakukan di sana.

    FOXNEW | PCMAG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.