Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Potensi Gempa Megathrust Lombok

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan melintas dekat rumah yang roboh akibat gempa bumi di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 18 Maret 2019. Menurut data BPBD NTB terdapat sebanyak 28 rumah mengalami rusak berat serta 499 rumah mengalami rusak sedang dan rusak ringan akibat gempa yang mengguncang Lombok. ANTARA

    Seorang perempuan melintas dekat rumah yang roboh akibat gempa bumi di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 18 Maret 2019. Menurut data BPBD NTB terdapat sebanyak 28 rumah mengalami rusak berat serta 499 rumah mengalami rusak sedang dan rusak ringan akibat gempa yang mengguncang Lombok. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang potensi gempa megathrust di Lombok. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram menjelaskan hasil simulasi dan pemodelan tsunami, bahwa wilayah Lombok Selatan menyimpan potensi gempa megathrust berkekuatan magnitudo 8,5 dan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 20 meter sejauh hingga lima kilometer.

    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Istana Kuno di Waduk Kering Irak

    Selain itu, tujuh peserta terpilih sebagai pemenang Microsoft Office Specialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) National Championship di Boyolali, Kamis 4 Juli 2019. Juga, para astronom menyelidiki benda langit misterius berbentuk cerutu, yang biasa disebut Oumuamua. Benda langit ini pertama kali terlihat pada 2017 dan melaju kencang di tata surya.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. BMKG: Lombok Simpan Potensi Gempa Megathrust Magnitudo 8,5

    Foto udara rumah warga yang roboh akibat gempa bumi di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 18 Maret 2019. ANTARA

    Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengatakan dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling), wilayah Lombok Selatan menyimpan potensi gempa megathrust berkekuatan magnitudo 8,5 dan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 20 meter sejauh hingga lima kilometer.

    "Kapan waktunya tidak ada yang tahu bahkan teknologi secanggih apapun tidak bisa memprediksi dan mengetahui kapan akan terjadi gempa itu," ujarnya di sela-sela seminar manajemen kebencanaan yang dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB di Mataram, Kamis, 4 Juli 2019.

    Ia menjelaskan, jika terjadi gempa seperti itu berdasarkan hasil simulasi pemodelan tsunami, wilayah yang terkena imbas berada di sekitar Kuta, Awang, Selong Blanak, Lombok Barat dan Mataram. Namun, untuk wilayah Kota Mataram imbasnya hanya mencapai 2 kilometer dari pantai.

    2. Panglima TNI Bangga Siswa Pradita Dirgantara Lolos ke New York

    Ketua Yayasan Ardhya Garini Nanik Istumawati dan Menaker Hanif Dhakiri membuka Kompetisi bertajuk Microsoft Office Specialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) Championship di Boyolali, Rabu 3 Juli 2019. Kredit: Tempo/Ahmad Rafiq

    Tujuh peserta terpilih sebagai pemenang Microsoft Office Specialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) National Championship di Boyolali, Kamis 4 Juli 2019. Empat di antaranya adalah siswa SMA Pradita Dirgantara Boyolali.

    Sekolah tersebut dikelola oleh Yayasan Ardhya Garini yang berada di bawah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. "Tentunya kami sangat bangga dengan prestasi yang berhasil dicapai," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

    Para pemenang dari kompetisi tersebut akan mengikuti Microsoft Office Specialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) National Championship Global Championship di New York akhir Juli ini. "Kami yakin perwakilan Indonesia mampu bersaing dengan peserta lain di dunia," katanya.

    3. Oumuamua Semula Dikira Pesawat Alien, Astronom: Misterius

    Ilustrasi asteroid interstellar pertama, Oumuamua. Kredit: M. Kornmesser/ESO

    Para astronom menyelidiki benda langit misterius berbentuk cerutu, yang biasa disebut Oumuamua. Benda langit ini pertama kali terlihat pada 2017 dan melaju kencang di tata surya. Banyak yang menduga Oumuamua sebagai pesawat Alien.

    "Kami tidak menemukan bukti kuat (di Oumuamua) untuk mendukung penjelasan bahwa itu adalah Alien," tulis tim peneliti internasional, setelah menuangkan data, seperti dilaporkan laman Standard.co, Rabu, 3 Juli 2019.

    Para astronom tetap tidak yakin bagaimana cara mengklasifikasikan objek itu. Bentuk dan gerakannya yang aneh telah mendorong beberapa ilmuwan untuk bertanya-tanya apakah Oumuamua - objek pertama dari sistem bintang lain yang ditemukan melewati Bumi - adalah semacam teknologi asing yang menjelajahi kosmo.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.