Pemilik Nilai Tinggi SBMPTN 2019 Mengincar Fakultas Kedokteran

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBMPTN

    SBMPTN

    TEMPO.CO, Bandung - Pemilik nilai tinggi di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2019 banyak yang ingin jadi dokter. Mereka mengincar Fakultas Kedokteran di universitas terkenal di Indonesia. Rata-rata nilai tes SBMPTN yang diterima berkisar 700-750.

    Baca: 535,5 Jadi Nilai Terendah yang Diterima SBMPTN 2019 di Unpad

    Baca: Passing Grade 5 Jurusan SBMPTN 2019 Teratas di Unpad

    Baca: Pengumuman SBMPTN 2019 Besok, Unpad Terima 3.227 Mahasiswa Baru

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Arry Bainus mengatakan, Fakultas Kedokteran meraih posisi tertinggi nilai peminatnya di Unpad. Nilai rata-rata peminat Fakultas Kedokteran Unpad sebesar 717,94.

    Adapun passing grade di sana 694,17. Jumlah peminat masuk Fakultas Kedokteran Unpad dari jalur SBMPTN 2019 berjumlah 1.402 orang. Daya tampungnya 125 kursi. “Namun secara nasional, Unpad berada di posisi ketiga,” ujar Arry.

    Pada kelompok peserta Sains dan Teknologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berada di posisi puncak. Nilai rata-rata tes SBMPTN 2019 peminatnya 747,93. Peringkat kedua Pendidikan Dokter Universitas Airlangga dengan nilai rata-rata 726,94. Incaran lain ke Kedokteran Universitas Gadjah Mada. “Jadi yang top-top (nilainya) banyak pilih kedokteran,” katanya.

    Sementara pada kelompok Sosial Humaniora dengan kategori serupa, peringkat pertama SBMPTN 2019 adalah Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia, kedua Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, ketiga yaitu Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, kemudian Akuntansi Universitas Indonesia, Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.