Pemerintah Akan Tutup 2.000 SMK dengan Murid Kurang dari 60

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi SMK Negeri 14 Kota Bekasi di Jatisampurna sepi meski pendaftaran siswa baru belum ditutup pada Kamis, 27 Juni 2019. Tempo/Adi Warsono

    Kondisi SMK Negeri 14 Kota Bekasi di Jatisampurna sepi meski pendaftaran siswa baru belum ditutup pada Kamis, 27 Juni 2019. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta -  Jumlah SMK atau Sekolah Menengah Kejujuran di Indonesia mencapai 14 ribuan. Tidak semua SMK mempunyai kualitas bagus, sehingga pemerintah akan menutup sekitar 2.000 SMK.

    Baca juga: BPS Catat Tingkat Pengangguran Terbuka Paling Tinggi Lulusan SMK

    Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, M. Bakrun mengatakan, jumlah siswa SMK sekitar 5 juta orang. Sekolah yang kurang berkualitas akan dikurangi.

    "SMK yang kurang baik dan siswanya tidak cukup banyak akan kita kurangi," kata dia  saat membuka Lomba  Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 9 Juli 2019.

    Kriteria SMK yang akan dikurangi menurut dia, antara lain jumlah siswa kurang dari 60 orang. Karena kalau siswa kurang dari 60 orang, sulit mengelola sekolah itu. Padahal secara nasional ada 2.000 an SMK yang siswanya kurang dari 60 orang tiap sekolah.

    "Target kami, jumlah sekolah SMK turun, tapi jumlah siswa naik. Kita kurangi kira-kira (jumlah SMK di Indonesia) menjadi 12.000 sekolah lah," kata dia.

    Di sisi lain, Kemendikbud mendorong jumlah siswa SMK terus meningkat secara kuantitatif meski jumlah SMK dikurangi. Saat ini jumlah siswa SMK di Indonesia lima juta orang. 
    “Harapan kami lima tahun ke depan menjadi enam juta orang," kata Bakrun. 

    Selain itu, Kemendibud terus mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi siswa SMK. Karena keberadaan SMK punya peluang besar dalam memajukan potensi setiap daerah.

    Baca juga: PPDB SMK Negeri 14 Bekasi Sepi Peminat, Pendaftar Cuma 25 Siswa

    Ia menambahkan, setidaknya sudah ada beberapa SMK yang dibangun sesuai potensi masing-masing daerah. Misalnya di Jawa Barat ada SMK kopi, di Sulawesi Selatan ada yang mengembangkan SMK Bakau, di Riau mengembangkan SMK sawit.

    Bakrun menambahkan, sampai saat ini Kemendikbud mengembangkan 146 kompetensi keahlian. Rinciannya yang SMK tiga tahun ada 110 kompetensi dan empat tahun ada 36 kompetensi.

    Jumlah 146 kompetensi ini sudah dipilih sesuai kebutuhan kerja dan industri. "Semuanya penting. Seperti elektronik, robotik  untuk digitalisasi ke depan," kata dia.

    LKS yang ke-27 ini melombakan 32 jenis lomba. Jumlah peserta 759 dari 34 provinsi di Indonesia. Pelaksanaan LKS SMK tingkat Nasional ini bertema Kompeten Menyongsong lndustri 4.0.

    PT Kawan Lama Sejahtera, distributor penyedia peralatan industri teknik dan komersial ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
     "Kami ikut serta menguji kompetensi siswa SMK untuk lima bidang lomba teknik, yaitu Automobile Technology Mobile, Welding, CNC Milling, dan CNC Turning," kata Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera, Tony Sartono.

    Tony mengatakan, melalui gelaran LKS SMK ini, Kawan Lama ikut berpartisipasi mendidik bangsa khususnya pendidikan vokasi. Karena bangsa Indonesia membutuhkan tenaga keilmuan yang mampu mengoperasikan alat-alat dengan sistem komputerisasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.