Cuaca Mekah Mulai Ekstrem, Diperkirakan Terus Meningkat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan umat muslim melaksanakan salat disekitaran Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, 23 Mei 2018. REUTERS/Faisal Al Nasser

    Ribuan umat muslim melaksanakan salat disekitaran Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, 23 Mei 2018. REUTERS/Faisal Al Nasser

    TEMPO.CO, Mekah - Cuaca di Kota Mekah mulai ekstrem atau naik hingga lebih dari 40 derajat Celcius pada siang hari dan biasanya berubah dingin pada malam harinya sehingga jemaah calon haji Indonesia diimbau untuk selalu menggunakan pelindung.

    Baca: Rahasia Dinginnya Lantai Masjidil Haram Mekah Meski Cuaca Panas

    Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019 Subhan Cholid di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Mekah, Selasa malam, dalam acara Ta’aruf dan Pengajuan PPIH Daker Mekkah mengatakan laporan cuaca khususnya pada 10 Juli 2019 berkisar antara 37-42 derajat Celcius.

    “Jemaah kami imbau untuk tidak berlama-lama di terik matahari tanpa pelindung,” katanya. Dia memperkirakan suhu akan semakin meningkat hingga mencapai lebih dari 50 derajat Celcius pada saat puncak haji tahun ini.

    Oleh karena itu, ia mengimbau agar jamaah calon haji Indonesia benar-benar menyiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi cuaca yang sangat berbeda dengan kondisi di Tanah Air. “Kemudian alas kaki jangan sampai lupa karena sangat panas di aspal dan bebatuan yang ada di Mekah,” katanya.

    Subhan Cholid juga mengimbau ketika jamaah menuju dan masuk ke Masjidil Haram juga sebaiknya membawa kantong untuk alas kaki.

    “Supaya nanti kalau keluar dari Masjidil Haram dia tetap membawa alas kaki yang bisa dipakai baik sandal maupun sepatu,” katanya.

    Intinya pelindung untuk tubuh baik alas kaki, masker, maupun kaca mata sangat diperlukan untuk menghadapi panas yang sangat terik.

    Simak artikel lainnya tentang Mekah di kanal Tekno Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.