Resmi Hadir, Target Aplikasi Ketix Lahirkan Sejuta Penulis Muda

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO dan Co-Founder Ketix Tendi Murti, Co-Founder Ketix Dewa Eka Prayoga serta CMO dan Co-Founder Ketix King Bagus menunjukkan aplikasi Ketix di GoWork fX Sudirman, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Khory

    CEO dan Co-Founder Ketix Tendi Murti, Co-Founder Ketix Dewa Eka Prayoga serta CMO dan Co-Founder Ketix King Bagus menunjukkan aplikasi Ketix di GoWork fX Sudirman, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi yang mempertemukan penulis dan pembaca Ketix resmi hadir di Indonesia. Menurut CMO dan Co-Founder Ketix King Bagus target dari aplikasi ini akan menciptakan satu juta penulis muda.

    Baca: Aplikasi Ketix, Platform yang Mempertemukan Penulis dan Pembaca

    "Kami bikin ini bukan semata-mata uang, tapi kami ingin membuat Indonesia menjadi lebih besar melalui literasi. Target kami menciptakan 1 juta penulis muda, termasuk mereka yang berasal dari daerah terpencil," ujar Bagus di GoWork fX Sudirman, Selasa, 9 Juli 2019.

    Ketix juga berupaya membangun ekosistem baru dengan mempertemukan para penulis, pembaca buku, mentor dan penerbit, sehingga pembaca dan penulis bisa saling berinteraksi. Bagi penulis muda yang ingin belajar menulis buku, Ketix juga membuat kelas menulis online dengan mentor para penulis berpengalaman.

    Ketix hadir untuk mengatasi masalah penulis yang cenderung kesulitan mendokumentasikan karyanya. Dengan Ketix, penulis bisa menerbitkan e-book, yang nantinya bisa dipublikasikan secara gratis, atau dijual ke publik dengan bagi hasil 80 persen royalti untuk penulis dan hanya 20 persen untuk Ketix.

    "Dasar kami adalah menggabungkan aplikasi seperti LINE, Medium, T-Series dari india dan Ruang Guru, dan akhirnya jadilah Ketix. Kami mencoba belajar dari aplikasi serupa yang sudah muncul lebih dulu, dan menambahkan fitur yang lebih menarik," kata Bagus.

    Ketix berusaha memotivasi penulis agar produktif dengan sistem bagi hasil yang menguntungkan, dibanding kalau menerbitkan buku fisik, dengan harapan Indonesia mempunyai banyak penulis dan membuat minat membaca masyarakat semakin tinggi.

    "Filosofinya waktu saya bikin ini adalah Ketix my first love. Tidak ada pornografi, dan kami ingin mencerdaskan bangsa, kami punya benteng itu," tutur Bagus.

    Co-Founder Dewa Eka Prayoga menjelaskan bahwa dirinya ingin mempermudah penulis Indonesia dan meningkatkan minat baca. "Kami tidak ingin karya penulis yang baca hanya dua orang, adik dan suaminya," ujar Eka. "Nah, kami ingin karya para penulis ini dibaca ribuan orang. Karena itu goalnya, maka kami harus memastikan yang download banyak dan pembaca banyak."

    Simak artikel lainnya tentang aplikasi Ketix di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.