Ahli: Sejumlah Spesies Ikan Endemik Indonesia di Ambang Punah

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan menunjukkan ikan bilih yang didapatnya dari beberapa kali menjala, di Muara Sumpu, Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 21 Oktober 2018. Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), merupakan ikan endemik Danau Singkarak yang berukuran sekitar 6-12 sentimeter. Ikan tersebut hanya dapat ditemui di selingkar Danau Singkarak, yang berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Nelayan menunjukkan ikan bilih yang didapatnya dari beberapa kali menjala, di Muara Sumpu, Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 21 Oktober 2018. Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), merupakan ikan endemik Danau Singkarak yang berukuran sekitar 6-12 sentimeter. Ikan tersebut hanya dapat ditemui di selingkar Danau Singkarak, yang berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Akademisi ikan dan perikanan perairan daratan menyatakan, sejumlah spesies ikan endemik asli Indonesia berada di ambang kepunahan akibat pencemaran lingkungan.

    “Ikan endemik itu ikan yang tidak ada di daerah lain hanya ada di Indonesia,” ujar akademsi ikan dan perikanan perairan daratan Universitas Sulawesi Barat Muhammad Nur saat mengikuti simposium ikan dan perikanan perairan daratan di Jambi, Rabu, 17 Juli 2019.

    “Di Sulawesi Barat spesies ikan endemik yang berada di ambang kepunahan itu seperti ikan julung-julung air tawar, ikan pirik, ikan pelangi Sulawesi dan jenis-jenis ikan endemik lainnya yang ada di Indonesia,” tambahnya.

    Menurutnya, banyak penyebab ikan-ikan endemik asli Indonesia tersebut saat ini berada di ambang kepunahan, namun faktor antropogenik merupakan penyebab utama ikan-ikan tersebut berada di ambang kepunahan, di antaranya penggunaan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, penangkapan ikan air tawar yang berlebihan.

    Selain itu, kata dia,  aktivitas penambangan emas dan bahan bangunan di aliran sungai yang menyebabkan kerusakan terhadap habitat ikan dan terputusnya konektivitas perairan akibat bendungan dan introduksi spesies ikan asing yang invasif.

    “Untuk menyelamatkan ikan-ikan asli endemik indonesia ini dari kepunahan kita membutuhkan suatu wadah yang memperhatikan secara khusus kelestarian dan kelangsungan hidup ikan-ikan endemik kita,” kata Muhammad Nur.

    Dia mengatakan kegiatan simposium ikan merupakan salah satu wadah yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan ikan asli endemik Indonesia tersebut. Melalui simposium ikan tersebut, pemerhati ikan dan peneliti-peneliti ikan di Indonesia dapat bertukar pikiran dengan pemerhati dari masing-masing daerah, sehingga akan dirumuskan suatu keputusan secara nasional yang dapat menyelamatkan ikan-ikan endemik Indonesia dari kepunahan.

    Sementara itu, Ketua Masyarakat Iktiologi Indonesia(MII) Prof. Fajar Raharjo mengatakan perhatian pemerintah terhadap perikanan perairan daratan saat ini masih relatif minim, karena banyak sektor lain yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. “Maaf, saya harus mengatakan bahawa perhatian pemerintah terhadap perikanan perairan daratan saat ini memang sangat minim,” kata  Prof. Fajar Raharjo.

    Simak artikel lainnya tentang ikan endemik di kanal Tekno Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.