Eks Pasien Obesitas Anak Arya Permana Akan Operasi Bedah Plastik

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arya Permana, 3 minggu setelah operasi Bariatric di RS Omni Alam Sutera, turun bobot hingga 17 kg. TEMPO/Alia F

    Arya Permana, 3 minggu setelah operasi Bariatric di RS Omni Alam Sutera, turun bobot hingga 17 kg. TEMPO/Alia F

    TEMPO.CO, Bandung - Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung tengah menyiapkan operasi baru bagi Arya Permana.

    Bocah 13 tahun itu akan menjalani operasi bedah plastik dalam lima tahap. Arya pada 2016 terkenal sebagai bocah obesitas dari Karawang, Jawa Barat, dengan bobot 130 kilogram.

    Menurut keterangan dari RSHS Bandung, Arya menjalani pemeriksaan untuk persiapan operasi yang dijadwalkan pekan depan. “Saya sudah siap mental,” ujar Arya, Rabu, 17 Juli 2019. Bobotnya kini 87 kilogram atau telah menurun drastis dari semula datang ke RSHS Bandung pada 2016 seberat 1,3 kuintal.

    Dari RSHS Bandung ketika itu, Arya menjalani operasi bedah bariatrik pada 2017. Jenis operasinya gastric sleeve untuk memperkecil lambungnya hingga tersisa sepertiga dari ukuran asli. Dengan ukuran lambung yang kecil itu porsi makan otomatis terbatas.

    Pasca operasi, Arya cepat merasa kenyang dan rasa lapar berkurang akibat menurunnya hormon ghrelin. Menurut ayahnya, berat badan Arya turun 17 kilogram setelah dua pekan operasi itu. Perubahan lain seperti tidak lagi mendengkur ketika tidur dan bisa telentang. “Sekarang juga olahraga renang dan main bola,” ujar Arya.

    Anggota tim dokter RSHS Bandung Viramitha Kusnandi Rusmil mengatakan, pasien dalam kondisi baik juga mentalnya menghadapi operasi bedah plastik. Dokter psikiatri ikut mendampingi tim.

    “Tindakan dokter bedah akan membuang beberapa bagian tubuh yang berlebih,” ujarnya. Menurut dokter spesialis anak itu, Arya Permana rencananya bakal menjalani lima tahap operasi.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.