Dikemas Berbeda, KJSA 2019 Hadir dengan Topik Digital

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Juri Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2019 yang juga Profesor Riset di Pusat Penelitian Fisika LIPI Nurul Taufiqu Rochman setelah menghadirkan pembukaan KJSA 2019 di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Khory

    Ketua Juri Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2019 yang juga Profesor Riset di Pusat Penelitian Fisika LIPI Nurul Taufiqu Rochman setelah menghadirkan pembukaan KJSA 2019 di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Juri Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2019 Nurul Taufiqu Rochman menjelaskan bahwa lomba karya sains untuk siswa siswi tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah (SMP) akan dikemas berbeda.

    Menurut Profesor Riset di Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu, KJSA 2019 hadir dengan tema digital. "Yang berbeda, kita sekarang ada tagline digital, ini karena merespon tentang pertumbuhan adik-adik yang termasuk dalam generasi Z," ujar Taufiq, di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juli 2019.

    KJSA 2019 merupakan lomba karya sains yang kesembilan tahun. Kompetisi tersebut sudah digelar sejak 2011 dan mengalami peningkatan dari segi pesertanya yang dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia.

    Menurut Taufiq, adanya tambahan 'goes digital' adalah karena menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Semuanya, kata dia, sudah menggunakan komputer di ruangan atau gadget yang sering dibawa kemana-mana untuk memasukkan inovasi dalam kehidupan mereka.

    "Anak-anak sudah masuk dalam dunia digital, karena mereka generasi Z sudah menggunakan internet. KJSA 2019 ini, karena massanya era digital jadi topiknya juga goes digital dan ada perubahan teknisnya juga karena ada mentoring," kata Taufiq.

    Dalam KJSA 2019, Taufiq ingin menghubungkan calon peserta dengan digital lebih dalam. Tantangannya, Taufiq berujar, melepas anak-anak semua untuk beraktivitas di dunia digital. "Kami ingin menyambungkan seluruh aktivitas, baik berupa ide atau masalah yang dihadapi dan dikaitkan dengan apa yang dipegang adik-adik ini dan itu gadget," tutur Taufiq.

    Selain itu, peserta akan dipilih menjadi 20 peserta untuk selanjutnya melakukan mentoring dari pihak panitia. Kemudian akan dipilih 10, masing-masinh 5 untuk SD dan 5 SMP.

    "Ada tim mentoring sekitar delapan orang yang akan membantu mewujudkan ide, dan hadiahnya lebih besar," ujar Taufiq.

    Pendaftaran mulai dibuka Kamis, 18 Juli sampai 15 September 2019. Kemudian masuk pada sesi penjurian pertama pada 19 September 2019. Direktur PT Kalbe Farma Tbk Pre Agusta menjelaskan bahwa digelarnya acara tersebut merupakan realisasi Kalbe yang fokus pada inovasi.

    "Kami Kalbe berawal dari inovasi, karena itu kami konsen dengan inovasi," kata Agus. "Tujuan kegiatan ini adalah kami ingin menanamkan inovasi sejak SD, karera sejak masa itulah, kalau misalnya itu kertas putih ya itulah yang cocok untuk menanamkannya."

    Simak artikel lainnya tentang KJSA 2019 di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.