Jamur Mematikan Ciptakan Semut Zombie Sebelum Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi semut drakula. pinimg.com

    Ilustrasi semut drakula. pinimg.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Biology mengungkap semut yang bersentuhan dengan jamur mematikan Ophiocordyceps unilateralis diambil otot rahangnya sampai mereka akhirnya mati.

    Jamur itu mengubah semut menjadi seperti zombie, yaitu menjadi mesin pemakan tanpa pikiran. Penulis utama studi ini, Colleen Mangold, mencatat bahwa jamur itu tidak menyerang otak semut secara langsung.

    "Otot mandibula semut yang terinfeksi secara luas dijajah oleh jamur," katanya dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip New York Post, 22 Juli 2019.

    Mangold, bersama dengan para peneliti lainnya menemukan bahwa otot-otot yang terinfeksi memperlihatkan bukti hiperkontraksi saat semut menempelkan rahang mereka erat-erat ke pembuluh darah daun atau ranting.

    "Terlepas dari kolonisasi yang luas, baik neuron motorik dan persimpangan neuromuskuler tampaknya dipertahankan," demikian bunyi abstrak penelitian tersebut.

    “Infeksi mengakibatkan kerusakan sarkolemmal, tetapi ini tidak spesifik untuk cengkeraman yang mati. Kami menemukan bukti penetrasi otot yang tepat oleh struktur jamur dan adanya partikel seperti vesikel ekstraseluler, yang keduanya dapat berkontribusi pada hiperkontraksi mandibula. ”

    Pada akhirnya, semut mati, karena dikonsumsi dari dalam oleh jamur. Yang memperburuk masalah, spora jamur mematikan turun ke bawah dari batang yang tumbuh dari semut mati dengan harapan menemukan inang baru.

    Jamur ini sebagian besar ditemukan pada semut yang hidup di daerah beriklim tropis seperti Brasil, Afrika dan Thailand.

    Penelitian Mangold menindaklanjuti penelitian pada 2017 tentang efek mematikan jamur Ophiocordyceps unilateralis.

    FOX NEWS | NEW YORK POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.