Heracleion, Tempat Pelantikan Cleopatra yang Kini di Dasar Laut

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs Heracleion ditemukan tenggelam di Laut Mediterania, Mesir. Tim arkeologi menemukan reruntuhan kuil, Juli 2019. (antiquities.gov.eg)

    Situs Heracleion ditemukan tenggelam di Laut Mediterania, Mesir. Tim arkeologi menemukan reruntuhan kuil, Juli 2019. (antiquities.gov.eg)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian arkeologi di situs kota tua Heracleion, yang tenggelam di dasar Laut Mediterania, Mesir, menemukan potongan kapal beserta perhiasan emas, koin dan reruntuhan kuil.

    Kementerian Kepurbakalaan Mesir menyebutkan Kota Heracleion ini dibangun abad kedelapan SM di tepian Sungai Nil di dekat Laut Mediterania. Sekitar 1.500 tahun yang lalu, kota ini disapu banjir sehingga sekarang berada sekitar 45 metarkeologier di bawah permukaan air.

    Adapun nama Heracleion  diabadikan dari nama Hercules, yang diyakini pernah mengunjungi kota metropolis pada zamannya ini. Ketika dibangun sekitar abad kedelapan SM, kota ini ada di tepi Sungai Nil, di sebelah Laut Mediterania. Cleopatra bahkan dimahkotai di salah satu kuil di kota ini.  

    Sejak para arkeolog menemukannya pada 2000, Heracleion (juga dikenal sebagai Thonis) perlahan-lahan mengungkapkan tabir rahasia kuno. Selama penggalian dua bulan terakhir, para arkeolog menemukan sisa-sisa sebuah kuil besar, termasuk kolom-kolom batunya, dan sisa-sisa puing-puing sebuah kuil kecil Yunani, yang terkubur di bawah sedimen sedalam 1 meter di dasar laut. 

    Tim arkeolog Mesir dan Eropa dipimpin oleh Franck Goddio, arkeolog bawah laut yang menemukan Heracleion 19 tahun lalu. Tim menggunakan alat pemindaian yang mentransmisikan gambar artefak di dasar laut dan yang terkubur di bawahnya.Koin dan perhiasan di situs Heracleion, yang tenggelam di Laut Mediterania, Mesir. Tim arkeologi melakukan penelitian, Juli 2019. (antiquities.gov.eg)

    Alat pemindaian mengungkapkan bagian dari kapal. Selama penggalian di masa lalu, para arkeolog telah menemukan 75 kapal, meskipun tidak semuanya lengkap. Temuan baru ini adalah bagian yang hilang dari kapal 61, yang kemungkinan digunakan untuk tujuan seremonial.

    Kapal yang diberi identitas nomor 61 itu bukan perahu kecil, dengan panjang sekitar 13 m dan lebar 5 m. Di atas kapal ditemukan koin perunggu dan emas, serta perhiasan.

    Koin perunggu berasal dari zaman Raja Ptolemeus II, yang memerintah dari 283 hingga 246 SM. Tim juga menemukan tembikar dari abad ketiga dan keempat SM.

    Selain di situs Heracleion, tim juga meneliti situs Canopus terletak di Teluk Abu Qir, Alexandria. Di Canopus, para arkeolog menemukan sebuah kompleks bangunan kuno ke arah selatan sekitar 1 kilometer.

    Di Canopus, arkeolog menemukan pelabuhan kuno, koin-koin dari zaman Ptolemaic dan Bizantium, cincin dan anting-anting dari zaman Ptolemaic. Semua artefak ini menunjukkan bahwa Canopus adalah kota yang sibuk sejak abad keempat SM sampai era Islam.

    LIVESCIENCE | ANTIQUITIES.GOV.EG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.