Setelah Erupsi, Gunung Kerinci Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokumentasi : Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. (Dok Antaranews)

    Dokumentasi : Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. (Dok Antaranews)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas Gunung Kerinci di Provinsi Jambi kembali normal pascaerupsi, Rabu, 31 Januari 2019, sekitar pukul 13.00 WIB.

    "Sebenarnya aktivitas seperti biasa, tapi secara visual kami menyebutnya erupsi. Tapi sekarang normal seperti biasa," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Kerinci, Rudra, kepada Antara, Rabu sore.

    Ia mengatakan, aktivitas masyarakat setempat pun saat ini seperti biasa, namun warga diimbau untuk tidak mendekati gunung dalam radius tiga kilometer.

    Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laman resminya merilis, bahwa telah terjadi erupsi Gunung Kerinci pukul 12:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4.605 m di atas permukaan laut).

    Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah Timur laut dan Timur.

    Saat ini Gunung Kerinci berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar gunung api Kerinci dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak gunung api Kerinci di dalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya/KRB III).

    Jalur penerbangan di sekitar gunung api Kerinci disarankan dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

    Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 meter dari permukaan laut (MDPL) itu berstatus waspada level II sejak 2007.

    Gunung Kerinci di Provinsi Jambi itu berbatasan dengan Sumatera Barat, tepatnya di pegunungan Bukit Barisan atau dekat pantai Barat dan terletak sekitar 130 kilometer sebelah selatan Kota Padang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.