Daya Baterai Vivo Z1 Pro 5000 mAh, Bisa Dijadikan Powerbank

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraga memamerkan smartphone terbaru Vivo Z1 Pro yang baru dirilis di Indonesia, Senin, 5 Agustus 2019. TEMPO/Khory

    Peraga memamerkan smartphone terbaru Vivo Z1 Pro yang baru dirilis di Indonesia, Senin, 5 Agustus 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Smartphone terbaru Vivo Z1 Pro resmi dirilis di Indonesia. Senior Product Manager PT Vivo Mobile Indonesia Yoga Samiaji menjelaskan bahwa Vivo Z1 Pro dibekali daya baterai yang cukup besar, yaitu 5000 mAh.

    "Vivo membekali daya beterai 5.000 mAh, paling besar di segmennya dengan dual fast charging 18 W. Smartphone juga bisa dijadikan power bank untuk perangkat pendamping lainnya, seperti smartwatch atau earphone," ujar Yoga di Jakarta Selatan, Senin, 5 Agustus 2019.

    Dengan bodi 3 dimensi membuat baterai besar tersebut masuk ke dalam Vivo Z1 Pro dengan ketebalan 8,85 milimeter. Fast charging-nya, Yoga melanjutkan, bisa mengisi smartphone dengan sangat cepat.

    Vivo Z1 Pro disenjatai dengan chipset besutan Qualcomm, Snapdragon 712 AIE. Dalam chip tersebut terdapat CPU 64 bit Qualcomm Kryo 360 dengan desain 10 nanometer. Selain itu, juga dipasang chip grafis GPU Adreno 616 yang meningkatkan performa leseluruhan hingga 25 persen.

    "Layar Vivo Z1 Pro berukuran 6,53 inci Full HD+ debgan inivasi Ultra O Screen, atau bulatan di pojok kiri atas sebagai tempat kamera depan. Bulatan kameranya tidak akan mengganggu pengguna ketika menonton konten video ataupun bermain game," kata Yoga.

    Chip didampingi dengan kapasitas RAM dan memori internal 4 GB/64 GB. Dari segi kamera, Vivo Z1 Pro dipasang tiga kamera belakang yang dibekali teknologi AI, dan bersensor 16 MP main camera, 8 MP super wide-angle dan 2 MP dept camera. Sedangkan kamera depan, Vivo memasang sensor 32 MP yang juga sudah ditenagai AI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.