BPBD: 20 Kabupaten Kota di Jawa Barat Terdampak Kekeringan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2019.  Lahan kekeringan di Jawa Barat sudah mencapai 12.048 hektare sedangkan lahan terdampak puso mencapai 82 hektare dari jumlah lahan pertanian 573.842 hektare di seluruh Jawa Barat. ANTARA

    Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2019. Lahan kekeringan di Jawa Barat sudah mencapai 12.048 hektare sedangkan lahan terdampak puso mencapai 82 hektare dari jumlah lahan pertanian 573.842 hektare di seluruh Jawa Barat. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan sebanyak 20 kabupaten/kota di provinsi itu hingga 5 Agustus 2019 terdampak kekeringan terkait musim kemarau.

    Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu, dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Agustus 2019, di Bandung menyebutkan sebelumnya hingga 17 Juli 2019 ada 13 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan.

    Ia mengatakan ke-20 daerah yang terdampak kekeringan tersebut adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung Barat.

    Kemudian Kabupaten Sumedang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Garut.

    Ia mengatakan ada 20.621 hektare lahan pertanian di Jawa Barat terdampak kekeringan dan 166.957 kepala keluarga kekurangan air bersih akibat kekeringan di musim kemarau saat ini.

    "Kami juga telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1.799.100 liter untuk warga yang kekurangan air bersih," kata dia.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil masih mengkaji terkait rencana penetapan status siaga kekeringan seperti yang diusulkan oleh BPBD Jawa Barat.

    "Saya masih mengkaji karena solusi-solusi sudah dilakukan. Para bupati wali kota sudah menggilir irigasi. Hitungannya harian, sehari di kelompok tani ini, sehari di situ," katanya beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kata dia, PDAM juga sudah bergerak untuk membawa truk-truk air untuk menyuplai air bersih kepada warga terdampak kekeringan. "Kami juga mengkaji dengan BMKG untuk rekayasa cuaca. Jadi ini sedang kami kerjakan. Jadi tiba-tiba langsung ke status itu bukan tidak mungkin, tapi sedang ikhtiar dulu," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.