Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Manusia Pertama Papua, Gunung Merapi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mumi Wim Motok Mabel Mumi (jenazah yang diawetkan) Wim Motok Mabel diperlihatkan kepada wisatawan oleh warga Suku Dani di Desa Jiwika, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (13/8). Mumi Wim Motok Mabel yang telah yang telah berusia sekitar 278 tahun ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pegunungan tengah Papua. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

    Mumi Wim Motok Mabel Mumi (jenazah yang diawetkan) Wim Motok Mabel diperlihatkan kepada wisatawan oleh warga Suku Dani di Desa Jiwika, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (13/8). Mumi Wim Motok Mabel yang telah yang telah berusia sekitar 278 tahun ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pegunungan tengah Papua. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang manusia pertama tiba di Papua sekitar 50.000 tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan bukti data arkeologi yang ditemukan di Situs Teluk Huon, sebelah utara Papua Nugini, kata peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Selain itu, Curiosity, mesin penjelajah NASA di Mars, telah menempuh perjalanan panjang sejak mendarat di Planet Merah tujuh tahun lalu. Sepanjang perjalanan, Curiosity menemukan bahwa Mars memiliki kondisi yang mendukung kehidupan mikroba di masa lalu.

    Juga, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 800 meter ke arah hulu Kali Gendol pada Kamis malam, 8 Agustus 2019.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Manusia Pertama di Papua 50.000 Tahun Lalu, dari PNG ke Baliem

    Mumi Wim Motok Mabel Mumi (jenazah yang diawetkan) Wim Motok Mabel diperlihatkan kepada wisatawan oleh warga Suku Dani di Desa Jiwika, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (13/8). Mumi Wim Motok Mabel yang telah yang telah berusia sekitar 278 tahun ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pegunungan tengah Papua. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

    Manusia pertama tiba di Papua sekitar 50.000 tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan bukti data arkeologi yang ditemukan di Situs Teluk Huon, sebelah utara Papua Nugini, kata peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto. Kamis, 8 Agustus 2019.

    Hari mengatakan bukti arkeologi ini berupa kapak batu yang disebut dengan waisted atau kapak berpinggang. Nenek moyang pertama ini dikenal dengan Austromelanesia, yang menjadi nenek moyang orang Papua, Papua Nugini dan Melanesia.

    Menurut Hari, berdasarkan bukti sisa aktivitas manusia prasejarah di Situs Teluk Huon, PNG, yaitu arang sisa pembakaran yang kemudian diperiksa dengan C-14 atau pertanggalan radiokarbon.

    2. Temuan Baru NASA: Ada Tanda Mikroba Hidup di Mars di Masa Lalu

    Panorama lokasi yang disebut "Teal Ridge" ditangkap di Mars oleh Mast Camera Curiosity NASA pada 18 Juni 2019. (NASA / JPL-Caltech / MSSS)

    Curiosity, mesin penjelajah NASA di Mars, telah menempuh perjalanan panjang sejak mendarat di Planet Merah tujuh tahun lalu. Setidaknya, jarak 21 kilometer dan tanjakan setinggi 368 meter telah ditempuh sampai di lokasinya saat ini.

    Sepanjang perjalanan, Curiosity menemukan bahwa Mars memiliki kondisi yang mendukung kehidupan mikroba di masa lalu.

    Laman NASA, 5 Agustus 2019, mengungkapkan Curiosity telah mengebor sampel ke-22 dari permukaan Mars di kawasan yang oleh peneliti disebut "unit bantalan tanah" di sisi Gunung Sharp, di dalam Kawah Gale.

    3. Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 800 Meter

    Panorama Gunung Merapi dari menara pandang Gancik Hill Top, objek wisata di lereng Gunung Merbabu, Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. TEMPO | Dinda Leo Listy

    Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 800 meter ke arah hulu Kali Gendol pada Kamis malam, 8 Agustus 2019.

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun Twitter resminya, menyatakan luncuran awan panas guguran Merapi yang terjadi pada pukul 18:44 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 62 mm dan durasi kurang lebih 80 detik.

    Berdasarkan pengamatan pada Kamis pukul 12:00-18:00 WIB, BPPTKG mencatat dua kali gempa guguran dengan amplitudo 13-14 mm selama 61.8 - 69.7 detik

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.